Lomba Dulmuluk meriahkan Festival Musi 2012
Senin, 17 September 2012 17:56 WIB
Pentas kesenian tradisional Dulmuluk (FOTO ANTARA)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Lomba Dulmuluk atau sandiwara khas rakyat Palembang akan memeriahkan Festival Musi 2012 yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang, Thabrani, Senin mengatakan berbagai perlombaan tradisional khas masyarakat kota yang di tengah-tengahnya dialiri Sungai Musi akan dilaksanakan, seperti Dulmuluk dan lomba peragaan baju kurung atau teluk belango.
Dikatakannya, kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya melestarikan budaya dan kesenian daerah setempat.
Menurut dia, dulmuluk merupakan salah satu kesenian tradisional yang sampai kini cenderung mulai tergilas jaman.
Sosialisasi melalui perlombaan sandiwara berisi cerita-cerita bijak dengan penyampaian hal yang lucu dan berbahasa Palembang itu, akan kembali dikenal serta diminati masyarakat.
Ia mengatakan, tidak hanya sebatas kembali mengenal, tetapi juga melestarikan dan menyosialisasikan beragam budaya dan seni khas daerah itu.
Hal itu, diharapkan mampu mendorong berkembangnya seni dan budaya di daerah, serta mampu menarik wisatawan berkunjung di kota yang miliki ikon Jembatan Ampera ini.
Dia menjelaskan, sampai kini tinggal sedikit kelompok seni yang mempertahankan sandiwara khas, seperti dulmuluk ini di Palembang karena kini generasi muda lebih memilih kesenian modern.
Akibatnya, kini pemeran sandiwara dulmuluk semakin kurang dampak dari minimnya peminat seni itu, katanya.
Thabrani menambahkan, lomba dulmuluk itu nantinya akan diikuti siswa sekolah menengah dan umum.
Ia menambahkan, kegiatan itu akan menjadi ajang mencari bakat generasi muda yang konsisten mempertahankan seni dan kebuayaan daerah diselenggarakan mulaui 8 November. (Nil)
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang, Thabrani, Senin mengatakan berbagai perlombaan tradisional khas masyarakat kota yang di tengah-tengahnya dialiri Sungai Musi akan dilaksanakan, seperti Dulmuluk dan lomba peragaan baju kurung atau teluk belango.
Dikatakannya, kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya melestarikan budaya dan kesenian daerah setempat.
Menurut dia, dulmuluk merupakan salah satu kesenian tradisional yang sampai kini cenderung mulai tergilas jaman.
Sosialisasi melalui perlombaan sandiwara berisi cerita-cerita bijak dengan penyampaian hal yang lucu dan berbahasa Palembang itu, akan kembali dikenal serta diminati masyarakat.
Ia mengatakan, tidak hanya sebatas kembali mengenal, tetapi juga melestarikan dan menyosialisasikan beragam budaya dan seni khas daerah itu.
Hal itu, diharapkan mampu mendorong berkembangnya seni dan budaya di daerah, serta mampu menarik wisatawan berkunjung di kota yang miliki ikon Jembatan Ampera ini.
Dia menjelaskan, sampai kini tinggal sedikit kelompok seni yang mempertahankan sandiwara khas, seperti dulmuluk ini di Palembang karena kini generasi muda lebih memilih kesenian modern.
Akibatnya, kini pemeran sandiwara dulmuluk semakin kurang dampak dari minimnya peminat seni itu, katanya.
Thabrani menambahkan, lomba dulmuluk itu nantinya akan diikuti siswa sekolah menengah dan umum.
Ia menambahkan, kegiatan itu akan menjadi ajang mencari bakat generasi muda yang konsisten mempertahankan seni dan kebuayaan daerah diselenggarakan mulaui 8 November. (Nil)
Pewarta :
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dewan Kesenian Palembang kenalkan tokoh pahlawan Sumsel melalui lomba karya seni
13 June 2025 13:45 WIB
Pj Bupati Muara Enim sebut kreativitas pemuda turut serta dalam pembangunan daerah
06 January 2025 8:15 WIB, 2025
Bupati OKU tekankan pejabat baru dilantik berinovasi dalam pembangunan
30 April 2024 16:17 WIB, 2024
Kelompok Kesenian Indonesia dan Malaysia ikuti Festival Siak Bermadah
11 October 2023 9:23 WIB, 2023