Ikut lomba robot meski belum pandai merakit
Minggu, 20 Mei 2012 22:11 WIB
Puluhan anak siswa Sekolah Menengah Pertama mengikuti kompetisi merakit robot yang diselenggarakan salah satu perguruan tinggi swasta di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu. (foto antarasumsel.com/Nila Fua'di)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Mengikuti lomba robot tidak mesti pandai merakit tetapi bagaimana berani berkompetisi itu yang lebih utama, seperti yang dilakukan puluhan anak siswa Sekolah Menengah Pertama ketika mengikuti kompetisi merakit robot yang diselenggarakan salah satu perguruan tinggi swasta di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu.
Vioni Rima (12) siswa sebuah SMP swasta mengaku baru pertama ini ikut serta dalam perlombaan merakit dan pememeragakan robot.
"Kami di sekolah baru belajar selintas karena belum praktik," katanya.
Ia menjelaskan, bersama sejumlah kawan-kawannya sekelas mereka mengikuti lomba merakit robot yang dinamakan "line follower" atau robot yang mampu mengikuti garis.
Satu kelompok peserta beranggotakan tiga orang yang bersama-sama merakit robot mulai dari awal.
Menurut dia, tidak sulit membuat robot "line follower" asal siap mengerjakan kerumitan dalam menciptakan robot itu.
Merakit robot dilakukan di lokasi perlombaan mulai dari menyiapkan bahan dan melakukan perakitan sendiri.
Ia mengatakan, perlu ketelitian dalam merakit robot yang rumit itu karena kalau salah memasang timah yang mereka rakit saja bisa berakibat patal.
Contohnya robot hasil rakit kami tadi jalannya mundur sehingga perlu perakitan ulang agar robot bergerak normal.
Munawwar (12) peserta lomba robot lainnya menambahkan, meskipun baru pertama menjadi peserta lomba robot tetapi yakin bisa menciptakan robot yang mampu melintasi garis yang disediakan panitia.
Robot yang mereka rakit tersebut dari beragam gabungan bahan, seperti timah, kabel dan tentunya batere. (Nila)
Vioni Rima (12) siswa sebuah SMP swasta mengaku baru pertama ini ikut serta dalam perlombaan merakit dan pememeragakan robot.
"Kami di sekolah baru belajar selintas karena belum praktik," katanya.
Ia menjelaskan, bersama sejumlah kawan-kawannya sekelas mereka mengikuti lomba merakit robot yang dinamakan "line follower" atau robot yang mampu mengikuti garis.
Satu kelompok peserta beranggotakan tiga orang yang bersama-sama merakit robot mulai dari awal.
Menurut dia, tidak sulit membuat robot "line follower" asal siap mengerjakan kerumitan dalam menciptakan robot itu.
Merakit robot dilakukan di lokasi perlombaan mulai dari menyiapkan bahan dan melakukan perakitan sendiri.
Ia mengatakan, perlu ketelitian dalam merakit robot yang rumit itu karena kalau salah memasang timah yang mereka rakit saja bisa berakibat patal.
Contohnya robot hasil rakit kami tadi jalannya mundur sehingga perlu perakitan ulang agar robot bergerak normal.
Munawwar (12) peserta lomba robot lainnya menambahkan, meskipun baru pertama menjadi peserta lomba robot tetapi yakin bisa menciptakan robot yang mampu melintasi garis yang disediakan panitia.
Robot yang mereka rakit tersebut dari beragam gabungan bahan, seperti timah, kabel dan tentunya batere. (Nila)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polri pastikan terus kejar tersangka DPO di kasus robot trading Net89
22 January 2025 13:28 WIB, 2025
Pemkot Tangsel berikan penghargaan kepada juara I World Robot Olympiad SWA
06 December 2024 19:01 WIB, 2024
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Kemendag: Indonesia ekspor obat pereda nyeri senilai Rp2,4 miliar ke Korsel
14 February 2026 10:21 WIB