
BI Sumsel perkuat fundamental investasi

Palembang, Sumsel (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan memperkuat fundamental investasi daerah guna meningkatkan daya tarik investor melalui pembentukan Task Force Percepatan Investasi.
Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono, dalam keterangannya di Palembang, Sumsel, Selasa, mengatakan penguatan investasi dilakukan melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan agar proyek investasi daerah semakin siap ditawarkan kepada investor.
Task force itu menjadi wadah koordinasi strategis untuk mempercepat penyelesaian hambatan investasi sekaligus meningkatkan kesiapan proyek agar lebih bankable, marketable, dan implementable.
Sumsel memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional karena ditopang sumber daya alam melimpah, posisi geografis strategis, dan sektor unggulan seperti pertambangan, industri pengolahan, pertanian, perdagangan, transportasi, dan jasa.
Pada triwulan I 2026, ekonomi Sumsel tercatat tumbuh sebesar 5,34 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan kontribusi 13,60 persen terhadap perekonomian regional Sumatera.
“Capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Sumsel di tengah tantangan ekonomi global dan domestik sehingga perlu dioptimalkan untuk menarik lebih banyak investasi,” katanya.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pandji Tjahjanto mengapresiasi dukungan BI dalam memperkuat iklim investasi daerah.
“Kami menyambut baik langkah BI yang terus mendorong percepatan investasi dan penguatan kualitas proyek strategis di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Kepala DPMPTSP Sumsel Lusapta Yudha Kurnia menyosialisasikan Surat Keputusan Gubernur Sumsel Nomor 218/KPTS/DPMPTSP/2026 tentang Task Force Percepatan Investasi Provinsi Sumatera Selatan serta memaparkan berbagai kemudahan investasi dan potensi wilayah investasi daerah.
BI dan Pemprov Sumsel berharap tercipta sinergi yang semakin kuat dalam mempercepat realisasi investasi, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
