Logo Header Antaranews Sumsel

Pemprov Sumsel minta warga tak 'panic buying' jelang Idul Adha

Selasa, 26 Mei 2026 16:02 WIB
Image Print
Pedagang ayam potong di Pasar KM 5 Palembang. (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meminta warga agar tidak "panic buying" meski permintaan kebutuhan pokok mulai meningkat menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Henny Yulianti di Palembang, Senin, mengatakan peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan merupakan kondisi yang lazim terjadi setiap tahun.

Pihaknya memastikan berbagai kebutuhan pokok seperti bawang, cabai, beras, minyak goreng, dan komoditas pangan lainnya masih tersedia dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Maka dari itu, masyarakat diimbau berbelanja secara bijak dan tidak membeli bahan pangan secara berlebihan karena dapat memicu gejolak harga di pasaran.

“Kami menghimbau masyarakat tidak perlu panic buying, bahan pangan tersedia cukup,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga menjelang hari raya tetap berpotensi terjadi akibat meningkatnya permintaan pasar. Namun, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar.

Selain tingginya permintaan pasar, faktor cuaca dan distribusi juga menjadi penentu stabilitas harga pangan. Cuaca ekstrem yang memicu gagal panen biasanya berdampak pada pasokan dan harga di pasar.

Namun hingga kini, Pemerintah Provinsi Sumsel memastikan kondisi produksi pangan masih aman dan distribusi berjalan lancar.

“Tidak ada gagal panen dan jalur distribusi juga lancar, jadi tidak perlu dikhawatirkan,” ujar Henny.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026