
KAI Palembang tekan emisi lewat program transportasi hijau

Palembang (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang terus menekan emisi karbon melalui berbagai program transportasi hijau yang dijalankan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia 2026.
Manager Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti dalam keterangan pers tertulis yang diterima oleh ANTARA di Palembang, Rabu, mengatakan transportasi publik memiliki peran penting dalam mengurangi polusi udara dan mendukung mobilitas masyarakat yang berkelanjutan.
"KAI Divre III Palembang berkomitmen menghadirkan layanan transportasi massal rendah emisi serta mendukung upaya pengurangan dampak perubahan iklim," katanya.
Ia menjelaskan perusahaan menjalankan sejumlah langkah nyata, antara lain mendorong penggunaan tumbler di lingkungan kerja dan stasiun serta menyediakan fasilitas water station untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Selain itu, transformasi digital melalui aplikasi Access by KAI juga dinilai efektif menekan limbah kertas dari pencetakan tiket perjalanan.
Selama triwulan I 2026, penggunaan kertas tiket berkurang dari sekitar 300 roll menjadi 100 roll seiring meningkatnya penggunaan layanan E-Boarding.
Sekitar 60 persen pelanggan disebut telah menggunakan aplikasi Access by KAI dalam proses perjalanan mereka.
KAI Divre III Palembang juga menjalankan program penghijauan dengan menanam 60 pohon berbagai jenis di lingkungan kantor dan unit pelaksana teknis selama triwulan I 2026.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjadi bagian dari solusi menghadapi tantangan perubahan iklim.
"Melalui pengembangan transportasi massal yang ramah lingkungan, KAI terus berupaya menciptakan masa depan transportasi yang hijau, efisien, dan berkelanjutan," katanya.
KAI Divre III Palembang juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dengan memanfaatkan layanan digital, mengurangi penggunaan plastik, dan memilih transportasi publik sebagai moda perjalanan yang lebih ramah lingkungan.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
