Logo Header Antaranews Sumsel

AS, Lebanon minta Israel hentikan serangan jelang perundingan

Sabtu, 11 April 2026 12:33 WIB
Image Print
Pembersihan puing dan bantuan terus berlanjut setelah serangan intensif Israel di daerah Tallet El Khayat, Beirut, Lebanon pada 9 April 2026. Bangunan-bangunan di daerah tersebut mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut, dan operasi pembersihan puing telah dimulai. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri.

Moskow (ANTARA) - Lebanon, melalui perantara AS, meminta Israel untuk menangguhkan serangan terhadap wilayahnya menjelang perundingan, menurut laporan Axios mengutip beberapa sumber.

AS mendukung permintaan Lebanon dan menuntut Israel untuk menerimanya, tetapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum membuat keputusan terkait masalah itu, menurut publikasi yang mengutip dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Pada Kamis, kantor Netanyahu mengumumkan bahwa ia telah menginstruksikan kabinetnya untuk memulai perundingan langsung dengan Lebanon, yang bertujuan untuk melucuti senjata gerakan Syiah Hizbullah dan membangun perdamaian antara kedua belah pihak.

Menyusul laporan tentang gencatan senjata selama dua minggu antara Iran dan AS, termasuk penghentian permusuhan di Lebanon, Hizbullah menangguhkan operasi terhadap Israel.

Namun, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Beirut dan kota-kota di Lebanon selatan pada Rabu, sehingga gerakan tersebut membalas serangan tersebut pada Kamis.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS, Lebanon minta Israel hentikan serangan jelang perundingan



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026