
Polda Sumsel perketat tilang elektronik ETLE di lima ruas tol utama

Palembang (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memperkuat penindakan berbasis teknologi electronic traffic law enforcement (ETLE) guna menjaga kedisiplinan pemudik di tengah mobilitas tinggi yang mencapai lebih dari 329 ribu orang selama arus mudik Lebaran 2026.
Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Polisi Sandi Nugroho di Palembang, Rabu, mengatakan penguatan pengawasan digital tersebut difokuskan di lima ruas tol strategis, yakni Tol Palindra, Indralaya–Prabumulih, Kapal Betung, Terpeka, dan Betajam yang menjadi jalur utama pergerakan kendaraan selama arus mudik.
Sistem ETLE terbukti efektif menjaring puluhan pelanggar secara elektronik, sekaligus meminimalisir interaksi fisik antara petugas dan pengguna jalan di jalur cepat.
"Penindakan berbasis teknologi ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan, tetapi juga menciptakan efek jera yang terukur bagi para pengguna jalan," katanya.
Meski mengedepankan pengawasan digital, Polda Sumsel tetap mengerahkan ribuan personel yang terbagi dalam tujuh satuan tugas terintegrasi untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat Musi 2026.
Selain penegakan hukum, petugas juga telah melaksanakan 1.750 kegiatan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Berdasarkan data sementara, tercatat 10 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan dua korban meninggal dunia selama periode operasi berlangsung.
Kapolda menegaskan integrasi antara teknologi digital dan kehadiran personel di lapangan menjadi kunci keberhasilan pengamanan arus mudik tahun ini.
"Kami memastikan seluruh personel bekerja maksimal. Tidak boleh ada titik pengamanan yang lengah karena keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya menambahkan pihaknya membuka seluruh data operasi secara transparan kepada publik guna memberikan rasa aman bagi masyarakat selama perjalanan mudik.
"Kami memastikan setiap perkembangan operasi tersampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat mudik dengan tenang," ujarnya.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
