BPBD Sumsel tingkatkan kewaspadaan Banjir pada puncak musim hujan

id Sumsel,BPBD Sumsel,Bencana banjir,Puncak musim hujan

BPBD Sumsel tingkatkan kewaspadaan Banjir pada puncak musim hujan

Warga OKU Timur berjalan di genangan banjir. ANTARA/HO-BPBD Sumsel

Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir di sejumlah wilayah pada masa puncak musim hujan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Palembang, Sabtu, mengatakan potensi banjir dapat terjadi apabila hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama, sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatera Selatan saat ini masih berada pada puncak musim penghujan. Curah hujan yang tinggi di wilayah hulu menyebabkan peningkatan debit air Sungai Musi dan Sungai Baung yang mengalir ke wilayah hilir.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena luapan air sungai berisiko kembali menggenangi kawasan permukiman, terutama saat air sungai berada dalam kondisi pasang. Oleh karena itu, BPBD Sumsel mengimbau pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah mitigasi sejak dini.

Terkait banjir yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sudirman memastikan peristiwa tersebut dipicu curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama, sehingga menyebabkan sungai meluap dan air tertahan akibat meningkatnya debit.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Sumsel terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dan instansi terkait lainnya. BPBD Sumsel juga telah menurunkan dua tim reaksi cepat ke OKU Timur untuk membantu penanganan dan evakuasi warga terdampak banjir.

Selain OKU Timur, genangan air juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tepatnya di Kecamatan Mesuji dan Lempuing. Namun, kondisi di wilayah tersebut dilaporkan mulai berangsur surut dan aktivitas masyarakat berangsur kembali normal.

Sudirman menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengantisipasi potensi banjir dengan mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan BMKG.

“Yang utama itu kewaspadaan dan mitigasi awal. Kami terus menyampaikan peringatan dini melalui kabupaten/kota dan berbagai media agar masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, bisa bersiap sejak awal,” jelasnya.

BPBD Sumsel mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini, serta meningkatkan kewaspadaan selama intensitas hujan masih tinggi di wilayah Sumatera Selatan.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.