
Bulog Sumsel Babel serap 95.147 ton gabah petani hingga Maret 2026

Palembang (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) menyerap 95.147 ton gabah kering panen (GKP) dari petani di wilayah tersebut hingga Maret 2026 yang bertujuan untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP).
"Kami berupaya menjaga ketersediaan stok beras sekaligus mendukung stabilitas harga di tingkat petani dan konsumen," kata Pemimpin Wilayah Bulog Sumsel Babel Mersi Windrayani saat meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) di Palembang, Sabtu
Mersi merinci bahwa saat ini stok CBP yang dikelola Bulog Sumsel Babel mencapai 90.097 ton. Dari jumlah tersebut, Bulog telah menyalurkan 7.667 ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang tahun 2026.
Penyaluran beras SPHP juga menjadi bagian dari pelaksanaan GPM yang digagas Badan Pangan Nasional (Bapanas). Program strategis ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia untuk menyediakan bahan pangan pokok berkualitas dengan harga terjangkau serta mengendalikan laju inflasi.
"GPM bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan pangan murah sekaligus menjadi instrumen pengendalian harga di pasar," ujar Mersi.
Selain stabilisasi harga, Bulog Sumsel Babel tengah menjalankan penugasan Bapanas untuk menyalurkan bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026. Di wilayah Sumatera Selatan, bantuan tersebut menyasar 968.499 penerima manfaat.
Total bantuan yang disalurkan mencapai 19.369 ton beras dan 3,873 juta liter minyak goreng. Dalam kegiatan di Palembang tersebut, dilakukan pula peluncuran simbolis kepada lima penerima manfaat. Masing-masing warga menerima 20 kilogram beras dan empat liter Minyakita.
Khusus untuk stan GPM di lokasi tersebut, Bulog menyediakan 10 ton beras SPHP (sekitar 2.000 sak) dan 2.000 liter Minyakita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
Bulog berharap melalui berbagai program intervensi ini, stabilitas harga pangan di Sumatera Selatan tetap terjaga dan inflasi daerah dapat terkendali dengan baik.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
