BPTD Sumsel periksa oknum petugas diduga pungli relawan bantuan bencana Aceh

id Sumsel,BPTD Sumsel,Oknum petugas pungli,Relawan kemanusiaan,Terminal AAL Palembang

BPTD Sumsel periksa oknum petugas diduga pungli relawan bantuan bencana Aceh

Screenshot

Palembang (ANTARA) - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan memanggil dan memeriksa oknum petugas yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap relawan kemanusiaan yang akan mengirim bantuan ke Aceh di Terminal Karya Jaya, Palembang.

Kepala BPTD Kelas II Sumsel Nurhadi Unggul Wibowo di Palembang, Kamis, mengatakan pemeriksaan dilakukan bersama Dinas Perhubungan Kota Palembang untuk mengklarifikasi kejadian yang viral di media sosial tersebut.

“Saya tadi pagi sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang. Kami dari BPTD dan Dishub Kota Palembang bersama-sama memanggil petugas-petugas tersebut untuk dilakukan berita acara pemeriksaan (BAP),” katanya.

Ia menjelaskan pemeriksaan dilakukan terhadap oknum dari dua instansi, yakni BPTD Sumsel dan Dishub Kota Palembang, karena dalam video yang beredar di media sosial tampak keterlibatan petugas dari kedua pihak.

Proses pemanggilan dan pemeriksaan telah dilakukan sejak pagi hari di Kantor BPTD Sumsel sebagai bahan untuk menentukan langkah dan proses selanjutnya.

“Mulai tadi pagi pemeriksaannya di Kantor BPTD. Ini menjadi dasar untuk proses berikutnya,” jelasnya.

Sebelumnya, beredar informasi di media sosial terkait dugaan pungli yang dialami rombongan relawan kemanusiaan asal Banten yang membawa bantuan untuk korban bencana di Aceh. Rombongan tersebut diduga dimintai uang sebesar Rp100 ribu oleh oknum petugas Dishub saat melintas di Kota Palembang, Rabu (7/1).

Rombongan relawan gabungan dari Fesbuk Banten News, Aksi Semangat Peduli, dan Petualang Rescue itu berangkat dari Kota Serang, Banten, menuju Aceh pada Selasa (6/1)

Namun, saat melintas di depan Terminal Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang, kendaraan rombongan diberhentikan oleh oknum petugas.

Pengemudi kendaraan Rizki Nur Habibi mengatakan petugas meminta kelengkapan surat kendaraan. Ia mengaku telah menunjukkan SIM dan STNK, namun dokumen KIR fisik tertinggal. Meski demikian, pihak relawan menyatakan telah memperlihatkan bukti KIR melalui foto dan panggilan video.

“Kami sudah jelaskan semuanya, termasuk tujuan membawa bantuan kemanusiaan ke Aceh, tetapi tetap dipersulit,” kata dia.

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.