Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian kepada Brigade Pangan wilayah setempat.
"Alsintan yang diberikan kepada Brigade Pangan itu berupa 57 rotavator dan 27 TR4," kata Bupati Banyuasin Askolani, di Pangkalan Balai, Jumat.
Menurut dia, dengan adanya bantuan alat dan mesin pertanian ini diharapkan dapat memotivasi Brigade Pangan daerah lebih produktif.
Brigade Pangan yang dibentuk di sejumlah kabupaten yang melaksanakan optimalisasi lahan pertanian, diharapkan pula dapat meningkatkan hasil produksi pertanian di Banyuasin, katanya.
Dia menjelaskan, kegiatan optimalisasi lahan pertanian di daerah ini telah berjalan dengan baik dan menjadikan Kabupaten Banyuasin penghasil padi terbesar nomor dua nasional.
Keberhasilan meningkatkan produksi padi dalam beberapa tahun terakhir, mendorong pihaknya menargetkan menjadi penghasil padi terbesar nomor satu nasional pada 2026.
"Tahun ini, Banyuasin tercatat sebagai lumbung pangan nasional nomor dua dengan produksi sekitar satu juta ton gabah kering giling (GKG) dari lahan 230 ribu hektare. Melihat kondisi terus terjadi peningkatan produksi, saya optimistis targetkan tersebut bisa dicapai pada 2026," ujarnya.
Untuk terus meningkatkan produksi padi, selain memberdayakan Brigade Pangan, pihaknya terus berupaya memotivasi petani setempat membiasakan gerakan tanam padi dua kali bahkan tiga kali dalam setahun.
"Melihat potensi lahan sawah lebak di daerah ini, memungkinkan pengembangan tanam padi lebih dari satu kali dalam setahun," jelas Bupati Askolani.
Pemkab Banyuasin serahkan alat dan mesin pertanian kepada Brigade Pangan
Bupati Banyuasin Askolani. ANTARA/Yudi Abdullah
