Tangerang (ANTARA) - Spesialis paru Eka Hospital Cibubur dr. Paulus Arka Triyoga mengatakan perokok pasif memiliki risiko sama besarnya dengan perokok aktif sebab terpapar asap rokok lingkungan bisa mengalami gangguan kesehatan seperti kanker.
"Misalnya saja penyakit kardiovaskular, kanker paru-paru, infeksi saluran pernapasan (terutama pada populasi anak), asma dan alergi, serta peningkatan risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS)," kata dr. Paulus Arka Triyoga dalam keterangannya di Tangerang Sabtu.
Ia menjelaskan, merokok merupakan faktor utama masalah paru-paru yang sering terjadi di Indonesia maupun dunia. "Asap rokok mengandung ribuan senyawa kimia berbahaya dapat menyerang organ-organ vital tubuh. Bukan hanya pada si pengguna, bahaya rokok juga dapat dialami oleh perokok pasif," katanya.
Dokter: Perokok pasif miliki resiko kanker dampak gangguan kesehatan
Kampanye hari tanpa tembakau sedunia Eka Hospital. ANTARA/HO-Eka Hospital
