Logo Header Antaranews Sumsel

AAUI: Pinjol dan judol beri efek domino industri asuransi umum

Rabu, 4 Desember 2024 09:26 WIB
Image Print
Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan (memakai kopiah) dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/12/2024). ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas

Menurut dia, dulu masih mudah untuk mencari kredit dengan cicilan Rp300 ribu-Rp500 ribu dari konsumen kendaraan bermotor yang banyak berasal dari kalangan menengah ke bawah. Namun, para pembeli yang telah terlilit judol dan pinjol, maka mereka terhalangi untuk membeli kendaraan motor baru apabila hendak dilakukan.

“Jadi, kita mempunyai satu efek multiplier yang negatif. Tentunya harapannya sih pemerintah pusat dengan Astacitanya (visi-misi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka) semoga di tahun 2025 paling tidak bisa menurunkan pinjol maupun judol di negeri ini,” ungkap Budi.

Di sisi lain, kinerja Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memberantas judol dinilai cukup tegas, apalagi dilakukan di dalam internal kementerian tersebut yang rupanya banyak pemain melindungi kegiatan judol.

Sebagai informasi, asuransi kendaraan bermotor mengalami pertumbuhan 0,9 persen yoy atau Rp14,69 triliun pada triwulan III-2024, dengan klaim dibayar Rp5,59 triliun atau 7,6 persen yoy. Pertumbuhan asuransi ini dinilai masih stabil dan tetap menjadi pendongkrak perolehan premi kendati data penjualan dan produksi motor dari kendaraan roda empat maupun roda dua tak mengalami peningkatan.
 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AAUI: Pinjol dan judol beri efek domino industri asuransi umum

Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026