Sungai kian dangkal buaya di Babel terancam dan mengancam

id Buaya,Habitat,Babel

Sungai kian dangkal buaya di Babel terancam dan mengancam

Ilustrasi, Penangkaran buaya di Kampung Reklamasi PT Timah Tbk (ANTARA/Finlan A Aldan)

Pangkalpinang (ANTARA) - Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi menyatakan habitat buaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin terancam, sebagai dampak kerusakan lingkungan di hulu dan hilir sungai serta hutan bakau akibat penambangan bijih timah ilegal.

"Saat ini sungai-sungai mengalami pendangkalan dan hutan mangrove semakin rusak, sehingga buaya semakin terdesak," kata Ketua PPS Alobi Langka Sani di Pangkalpinang, Jumat.



Ia mengatakan saat ini sungai-sungai yang dulunya berkedalaman lima meter sekarang hanya lima centimeter saja, sehingga satwa ini semakin sulit mencari makan untuk bertahan hidup.

"Saat ini banyak buaya masuk ke pemukiman dan menyerang masyarakat yang beraktivitas di sungai, kolong bekas penambangan timah dan saluran air masyarakat," katanya.

Ia menyebutkan dalam dua bulan terakhir ini telah terjadi beberapa konflik antara buaya dan manusia, di antaranya serangan buaya terhadap nelayan yang menangkap ikan di Sungai Payung, dua hari kemudian terjadi serangan buaya terhadap anak perempuan di Sungai Selan.