
Rajutan wol dari baju bekas untuk menghangatkan cucu di musim dingin
Senin, 22 Januari 2024 10:12 WIB

Bakr, yang mengungsi dari kawasan Sheikh Radwan di Kota Gaza ke Rafah, mendapatkan benang wol dengan merobek pakaian sweater usang milik keluarganya.
Nenek tersebut juga didatangi oleh pengungsi lain di kamp itu untuk membeli beberapa produk wolnya karena mereka tidak dapat menemukan pakaian untuk anak-anak mereka atau tidak dapat membelinya karena perang yang sedang berlangsung, selain harga yang mahal.
Kepada Anadolu, Bakr berujar: “Mengerjakan rajutan wol adalah salah satu hobi favorit saya yang ternyata sangat berguna saat ini. Saya mendapatkan wol dari jaket usang atau pakaian rusak dan sobek yang dibuang tetangga".
Sang nenek itu mengakui bahwa para pengungsi di kamp memintanya untuk merajut beberapa helai wol untuk melindungi anak-anak mereka dari cuaca dingin ekstrem yang menambah penderitaan mereka.
Dalam perjalanan pengungsiannya dari Kota Gaza, Bakr mengatakan bahwa keluarganya sebelumnya tinggal di lingkungan Sheikh Radwan sebelum pecahnya perang antara Israel dan Palestina pada 7 Oktober.
“Sejak dimulai perang, tentara mulai menargetkan daerah tersebut dengan serangan udara yang gencar,” katanya.
Oleh Atman Ahdiat
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
