Logo Header Antaranews Sumsel

Konsumen di Kabupaten OKU diimbau teliti beli daging sapi

Sabtu, 21 Mei 2022 17:10 WIB
Image Print
Petugas Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten OKU Sumsel memeriksa hewan ternak antisipasi penyakit mulut dan kuku pada sapi. (ANTARA/Edo Purmana/22)
Harus lebih teliti dengan memilih daging sapi yang sehat dan masih segar

Baturaja (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mengimbau para konsumen teliti membeli daging sapi potong di pasaran untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan.

"Harus lebih teliti dengan memilih daging sapi yang sehat dan masih segar," kata Kepala Diskannak Ogan Komering Ulu (OKU), Tri Aprianingsih di Baturaja, Sabtu.

Menurut dia, meskipun wabah PMK tidak menular pada manusia, namun upaya antisipasi harus dilakukan sedini mungkin guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapun ciri-ciri hewan yang terkena penyakit mulut dan kuku yaitu mulut mengeluarkan liur secara terus menerus, penurunan berat badan drastis dan mengalami demam hingga 41 derajat celcius.
Baca juga: Pedagang daging sapi di Baturaja sebut omzet turun akibat PMK

Menurut Tri, sejauh ini kasus PMK yang telah menyebar di beberapa daerah di Indonesia tersebut belum ditemukan di Kabupaten OKU.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada sapi, kerbau dan kambing di sejumlah peternakan serta rumah potong di Kabupaten OKU beberapa waktu lalu, semua hewan peliharaan berkaki empat itu dinyatakan sehat.

"Pemeriksaan kesehatan hewan ini akan kami lakukan secara berkelanjutan untuk mencegah penyebaran PMK," kata dia.

Bahkan, sebagai upaya pencegahan pihaknya akan memeriksa setiap hewan berkaki empat dari luar daerah yang masuk ke Kabupaten OKU.

"Untuk hewan ternak dari luar daerah khususnya yang terkonfirmasi memiliki kasus PMK dilarang masuk ke Kabupaten OKU," katanya.*
Baca juga: Belasan sapi di Sumsel terjangkit wabah PMK
Baca juga: Kabupaten OKU antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku hewan ternak



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026