PT Timah - Alobi lepasliarkan 400 satwa langka

id Pt timah,pelepasliaran satwa langka

PT Timah - Alobi lepasliarkan 400 satwa langka

PT Timah Tbk bersama Alobi Foundation Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah melepasliarkan 400 ekor satwa langka ke hutan lindung, sebagai komitmen perusahaan dalam melestarikan hewan endemik daerah itu yang terancam punah. ANTARA/Aprionis

Pangkalpinang (ANTARA) - PT Timah Tbk bersama Alobi Foundation Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah melepasliarkan 400 ekor satwa langka ke hutan lindung, sebagai komitmen perusahaan dalam melestarikan hewan endemik daerah itu yang terancam punah.

"Saat ini ada sekitar 103 satwa yang sedang direhabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa Kampoeng Reklamasi PT Timah di Air Jangkang Bangka," kata Manager PPS Alobi Foundation Babel Endy R Yusuf di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan PPS Alobi Babel bersama PT Timah Tbk sejak 2014 telah berhasil menyelamatkan dan merehabilitasi 7.122 satwa terancam punah, di antaranya burung elang, kukang, musang, buaya, burung merak, kakatua, kijang, dan rusa di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang Bangka yang telah menjadi destinasi wisata baru di Pulau Bangka.

"Pelepasliaran satwa ini difokuskan di hutan lindung seperti Gunung Mangkol, Menumbing dan Bukit Nenek," ujarnya.

Menurut dia, sebelum melepasliarkan satwa ini, Alobi membutuhkan waktu 14 bulan merehabilitasi hewan-hewan yang dilindungi pemerintah dari perburuan ilegal, perdagangan dan lainnya.

"Kami dalam melaksanakan tugas disupport penuh oleh PT Timah Tbk jadi sponsorship utama mulai dari menyediakan lahan, sarana dan prasarana seperti kandang, operasional, pakan hewan dan lainnya, PT Timah Tbk menyediakan 37 kandang untuk rehabilitasi satwa,” katanya.

Direktur Keuangan PT Timah Tbk Wibisono mengatakan PT Timah berkomitmen terhadap keberlangsungan, kelestarian dan konservasi satwa dan hayati yang menjadi bagian dari budaya perusahaan.

"Satwa memiliki peran yang penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem, sehingga memang sudah sepatutnya kita untuk bisa menjaga dan melestarikannya," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021