Progres IPAL Selayur Palembang capai 30 persen

id IPAL,instalasi pengolahan air limbah,ipal selayur,palembang,hibah australia

Progres IPAL Selayur Palembang capai 30 persen

Konselor Tata Kelola Ekonomi dan Infrastruktur Kedubes Australia James M Gilbert memberikan penjelasan pada rapat bersama Wali Kota Palembang Harnojoyo di Palembang, Jumat (15/10/21). (ANTARA/HO-Pemkot Palembang)

Palembang (ANTARA) - Progres pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Selayur di Palembang, Sumatera Selatan, mencapai 30 persen per Oktober 2021 sejak mulai dikerjakan pada 2020.

Wali Kota Palembang Harnojoyo di Palembang, Sabtu, mengatakan, proyek yang bersumber dari dana hibah Pemerintah Australia itu berjalan sesuai perencanaan.

“Atas dukungan semua pihak proyek ini sudah berjalan sesuai harapan,” kata Harnojoyo saat menerima kunjungan perwakilan Kedutaan Besar Australia.

IPAL Sei Selayur ditargetkan rampung pada awal 2023 dan beroperasi di pertengahan tahunnya.

Harnojoyo mengatakan pembangunan IPAL bakal mencakup semua air limbah rumah tangga, saluran cucian, kamar mandi, sanitasi, dan lain-lain yang masuk dalam pengelolaan air limbah skala perkotaan.  

Keberadaan IPAL Sei Selayur sangat penting bagi peningkatan sanitasi air bersih karena kondisi perairan Sungai Musi saat ini semakin mengkhawatirkan akibat pencemaran lingkungan. 

"Air itu harusnya jernih, tapi karena pencemaran jadi hitam. Terlalu banyak sampah dan limbah rumah tangga lainnya,” katanya.

Menurutnya, dengan IPAL maka 69 persen air limbah masyarakat Kota Palembang dapat diolah menjadi lebih baik.

Sementara itu, Konselor Tata Kelola Ekonomi dan Infrastruktur Kedubes Australia James M Gilbert mengatakan Pemerintah Australia memberikan dana hibah senilai 45 juta dolar AS atau sekitar Rp500 miliar. 

Adapun proyek IPAL Selayur ini butuh dana total Rp1,2 triliun dan direncanakan untuk 22.000 sambungan rumah tangga. 

IPAL ini sangat penting, terutama untuk lingkungan dan kesehatan masyarakat Kota Palembang, kata dia.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021