Airlangga: Harga gula mahal di pasaran karena impor tertunda

id Airlangga hartarto, harga gula, stok pangan,gula pasir,gula mahal

Airlangga: Harga gula mahal di pasaran karena impor tertunda

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga/aa. (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tingginya harga gula di pasaran disebabkan adanya beberapa impor yang tertunda.

"Gula pasir memang belum turun seperti diharapkan, di pasar tradisional masih Rp17.650, di pasar modern masih Rp12.500," kata Airlangga dalam konferensi pers melalui video di Jakarta, Rabu.

Airlangga mengatakan masih tingginya harga gula disebabkan ada beberapa impor yang tertunda jadwalnya lantaran di beberapa negara lain terjadi pembatasan akibat lockdown.

Airlangga mengatakan untuk mengatasi hal tersebut, sudah ada pengalihan gula rafinasi kepada pasar.

"Tentunya diharapkan dengan pengalihan ini harga bisa ditekan ke bawah. Memang itu yang menjadi salah satu persoalan terkait hal tersebut," jelas dia.

Baca juga: Presiden: Saya akan kejar siapa pemainkan harga gula dan bawang merah

Baca juga: Kapal berbendera Singapura bawa 30.000 ton gula pasir impor kandas di perairan Belitung


Adapun untuk beberapa komoditas lain, Airlangga menyampaikan terjadi stabilitas maupun kenaikan dan penurunan harga.

Harga beras medium relatif tetap sebesar Rp11.750 sementara harga beras premium Rp12.700.

Harga daging sapi masih di kisaran Rp118.000, cabe rawit Rp32.600, cabe merah Rp27.850, bawang merah Rp51.950, bawang putih Rp37.100, minyak goreng Rp12.000, minyak goreng kemasan Rp14.750, daging ayam Rp31.000 dan telur ras Rp24.000.

 

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar