Presiden: Saya akan kejar siapa pemainkan harga gula dan bawang merah

id Jokowi,permainan harga,presiden jokowi,gula pasir,permainkan harga gula,bawang merah,bawang,gula

Presiden: Saya akan kejar siapa pemainkan harga gula dan bawang merah

Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (24/4). (Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden)

Saya ingin ini dilihat masalahnya di mana, apakah masalah distribusi, atau stoknya kurang, atau ada yang sengaja permainkan harga untuk sebuah keuntungan yang besar
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo memerintahkan jajaran kementerian terkait untuk mengungkap penyebab tingginya harga gula pasir dan bawang merah, sehingga terdapat dugaan tingginya dua bahan pokok tersebut karena ada permainan harga yang menguntungkan segelintir pihak.

"Saya ingin ini dilihat masalahnya di mana, apakah masalah distribusi, atau stoknya kurang, atau ada yang sengaja permainkan harga untuk sebuah keuntungan yang besar," kata Presiden pada rapat terbatas melalui telekonferensi video mengenai "Antisipasi Kebutuhan Pokok" dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.

Presiden mengatakan di pandemi penularan virus Corona atau COVID-19 ini, masyarakat sedang mengalami penurunan daya beli. Maka dari itu, untuk mengurangi beban masyarakat, seluruh harga bahan pokok harus terkendali dan terjangkau.

Baca juga: Kapal berbendera Singapura bawa 30.000 ton gula pasir impor kandas di perairan Belitung

Untuk bawang merah, Presiden mencatat harga di pasaran mencapai Rp52 ribu per kilogram. Padahal seharusnya harga bawang merah bisa ditekan hingga Rp32 ribu per kilogram.

Sedangkan, harga gula pasir belum menunjukkan penurunan signifikan, padahal Presiden sudah memerintahkan beberapa kali untuk pengadaan stok dan operasi pasar. Di pasaran saat ini, harga gula pasir Rp17.500 per kilogram, atau jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kilogram.

"Saya akan terus kejar, harga masih Rp17.000-17.500 per kilogram padahal HET harusnya di Rp12.500 per kilogram," ujarnya.

 

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar