Sejarah sihir Elsa dan pendewasaan karakter dalam film " Frozen 2 "

id Frozen 2,Frozen II,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, palembang hari ini

Sejarah sihir Elsa dan pendewasaan karakter dalam film " Frozen 2 "

Film "Frozen II" (ANTARA News/Disney)

Jakarta (ANTARA) - "Frozen 2", salah satu film paling ditunggu tahun ini yang bakal tayang besok di seluruh bioskop Indonesia, kembali hadir dengan menguak sejarah kekuatan sihir Elsa dan kisah kelam keluarganya dengan cerita yang lebih kompleks dan emosional.

Film yang disutradarai oleh Jennifer Lee dan Chris Buck itu, mengambil latar tiga tahun setelah film pertama. Elsa (Idina Menzel) telah menjadi ratu di Arandelle dan Anna (Kristen Bell) hidup bahagia bersama orang-orang yang disayangi yakni Elsa, Kristoff (Jonathan Groff), Olaf (Josh Gad) dan Sven.

Saat menjalani kehidupannya yang baru dengan bahagia, tiba-tiba sesuatu yang buruk menimpa kerajaan Arandelle. Elsa juga mendengar suara-suara misterius yang seolah-olah memanggilnya dan hanya dapat didengarnya sendiri.

Elsa kemudian bercerita pada Anna, mereka pun akhirnya melakukan perjalanan untuk mengungkap semua rahasia yang terjadi di Arandelle dan kekuatan sihir milik Elsa.


 
Film "Frozen II" (ANTARA News/Disney)


Lebih dewasa

Karena latar belakang ceritanya tiga tahun setelah film pertama, wajar saja jika para tokoh dalam film ini digambarkan lebih dewasa. Hal ini dapat dilihat dari penampilan mulai dari busana yang dikenakan hingga riasan wajah Elsa.

Tak hanya itu, kedewasaan juga dapat dilihat melalui adegan betapa galaunya Kristoff saat akan melamar Anna.

Dia menyanyikan lagu "Lost in the Woods" dengan gaya seperti dalam video musik pada musisi laki-laki tahun 1990an mulai dari bersandar di pohon, hingga duduk termenung di berbatuan dan lebih dramatis lagi ada kerumunan rusa kutub yang menjadi backing vokal.

Berbeda dari "Frozen" (2013) yang lagu-lagunya begitu menempel di otak, pada film kali ini bisa dibilang lebih berat. Mungkin karena soundtrack "Frozen 2" ini lebih ingin menyampaikan kenyataan dan pendewasaan setiap karakternya.



Cerita yang lebih kompleks

Petualangan epik, kisah cinta, canda tawa dan momen haru menjadi pemandangan dalam film ini.

Penonton dibawa untuk menengok masa lalu Elsa dan Anna yang tidak diketahui. Bagaimana sebenarnya orangtua Elsa dan Anna meninggal, bertarung melawan kuda di dalam laut, hingga menyelamatkan warga Arandelle, hubungan emosional kakak beradik hingga soal menyatakan cinta, semua terjawab dalam petualangan ini.
 

Olaf sang penghibur

Sepertinya hanya Olaf yang tidak berubah menjadi dewasa, namun di sinilah keistimewaan dan fungsinya tetap hadir di "Frozen 2".

Celotehan Olaf sepanjang petualangan begitu menghibur teman-temannya dan juga penonton.

Dia memberikan beberapa trivia yang salah satunya menjadi kunci dalam cerita ini. Olaf juga menceritakan sedikit tentang "Frozen" (2013) dengan gayanya yang konyol sehingga memecahkan tawa penonton.

Jadi jangan khawatir jika belum menyaksikan "Frozen" yang pertama, sebab Olaf menggambarkannya dengan sangat jelas. Tanpa Olaf, "Frozen 2" tidak akan menjadi kisah yang menyenangkan bagi anak-anak.

"Frozen 2" juga menghadirkan karakter baru yaitu Queen Iduna (Evan Rachel Wood) dan Lieutenant Destin Mattias (Sterling K. Brown) yang semakin menambah variasi cerita. Membuka masa lalu Elsa dengan cara yang menyenangkan, film ini akan sayang untuk dilewatkan.
 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar