Miniatur masjid dari plastik warnai arak-arakan peringatan 1 Muharram

id Peringatan 1 Muharram,Pawai Tahun Baru Islam,Antara.lampungnews.com

Miniatur masjid dari plastik warnai arak-arakan peringatan 1 Muharram

Miniatur masjid terbuat dari bahan plastik meramaikan arak-arakan memyambut Tahun Baru Islam 1441 Hijriah, Sabtu (31/8/2019). (ANTARA/Dian Hadiyatna).

Bandarlampung (ANTARA) - Miniatur masjid berbahan dasar dari botol plastik bekas ikut meramaikan arak-arakan warga memperingati Tahun Baru Islam ataupun 1 Muharam 1441 Hijriah.

"Ini adalah inisiatif saya saja tidak ada yang menyuruh karena tiga tahun lalu pun saya buat miniatur masjid dari bahan kardus bekas," kata seorang warga Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandarlampung, Harun (55), di Bandarlampung, Sabtu.

Dia menjelaskan hal itu juga salah satu upayanya dalam menjaga lingkungan sekitar serta mengurangi sampah yang dianggap kurang berguna oleh masyarakat.

"Ini saya kumpulkan dari siring dan jalan agar tidak mampet kemudian saya cuci bersih dan dibuatkan miniatur masjid ini," kata dia.

Dia mengatakan telah merencanakan hal tersebut sejak jauh hari karena sudah berniat memeriahkan pawai menyambut 1 Muharam 1441 Hijriah.

Harun juga berharap, pemda dapat memperhatikan serta mendukung kegiatan keagamaan di Kota Bandarlampung, khususnya pada Tahun Baru Islam ini.

"Satu Muharam ini kan juga termasuk dalam salah satu hari besar Islam jadi masyarakat dan pemda juga harus saling dukung untuk menyukseskan acara seperti ini, Wali Kota Bandarlampung Syukur mendukung kegiatan ini. Bila bisa pemprov juga ikut dukung," katanya.

Bila semuanya bisa saling mendukung, lanjut dia, baik dari sarana dan prasarananya, ke depan kegiatan seperti ini mungkin akan hadir di setiap daerah di Lampung dari tingkat kelurahan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pawai menyambut Tahun Baru Islam 1441 Hijriah di Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandarlampung berjalan meriah dengan menampilkan berbagai pertunjukan, seperti, baju adat nusantara, tokoh, dan bangunan sejarah Islam, serta selawat nabi.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar