Seluas 5.500 meter persegi lahan terbakar selama Agustus

id cianjur, damkar cianjur, musim kemarau, kebakaran lahan,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, jembatan am

Petugas berusaha memadamkan api yang membakar lahan seluas ribuan meter persegi di Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat yang terjadi beberapa waktu lalu. (ANTARA/Ahmad Fikri)

Cianjur (ANTARA) - Kantor Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Cianjur, Jawa Barat mencatat selama satu bulan terakhir terjadi tujuh peristiwa kebakaran yang menyebabkan 5.500 meter persegi lahan kosong terbakar di sejumlah wilayah.

Kepala Bagian Pemadam Kebakaran, Sulaeman Mazna di Cianjur Selasa, mengatakan selama Juni hingga Juli telah tercatat seluas 10 hektar lahan mengalami kebakaran di beberapa wilayah di Cianjur.

"Selama kemarau hampir setiap hari kami mendapat laporan adanya kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah. Selama Agustus tercatat seluas 5.500 meter persegi lahan terbakar dari tujuh kejadian," katanya.

Selama Agustus, tutur dia, peristiwa kebakaran lahan sering terjadi di Kecamatan Cianjur dan Cibeber, sedangkan sebelumnya peristiwa kebakaran banyak dilaporkan terjadi di Kecamatan Haurwangi, Sukaluyu dan Ciranjang.

"Beberapa wilayah yang sebelumnya sering terjadi kebakaran lahan saat ini sudah mulai berkurang, namun untuk wilayah Cianjur kota kebakaran lahan masih sering dilaporkan terjadi," katanya.



Ia menjelaskan penyebab terjadinya kebakaran lahan di sejumlah kecamatan itu, diakibatkan beberapa faktor seperti puntung rokok yang dibuang sembarangan dan bekas pembakaran sampah yang didiamkan.

"Selain itu penyebab terjadinya kebakaran lahan diakibatkan warga yang secara sengaja membakar lahan untuk dijadikan area perkebunan karena ditinggal lama membuat api membesar dan menjalar kemana-mana," katanya.

Pihaknya secara gencar melakukan sosialisasi ke warga terkait pencegahan dan pemadaman kebakaran saat musim kemarau agar tidak terjadi dengan berbagai cara, salah satunya menghindari membuang puntung sembarangan dan membakar sampah di daerah rawan.

"Kami mengimbau warga saat ada peristiwa kebakaran lahan, untuk segera melaporkan ke Pemadam Kebakaran agar dapat segera ditanggulangi dan pemadaman tidak dipungut biaya karena selama ini banyak beredar dikenakan biaya," katanya.*
 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar