Alfredo Vera kecewa Bhayangkara kehilangan dua poin penting

id bhayangkara fc,madura united,liga 1,alfredo vera

Pelatih Bhayangkara FC Angel Alfredo Vera (tengah) dan penyerang Bhayangkara Dendy Sulistyawan (kiri) memberikan keterangan kepada media usai timnya menghadapi Madura United dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2019 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/8/2019). Pertandingan itu berakhir dengan skor imbang 1-1. (Michael Siahaan)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Bhayangkara FC Angel Alfredo Vera mengatakan, timnya kehilangan dua poin penting setelah hanya bermain imbang 1-1 dengan Madura United dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2019 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.

"Kami sebenarnya bermain bagus dan mengendalikan pertandingan. Sayangnya kami tidak bisa memanfaatkan beberapa peluang menjadi gol," kata Alfredo usai laga.

Menurut pelatih asal Argentina itu, salah satu penyebab kesempatan urung menjadi gol adalah kurangnya fokus.

Dalam laga itu, percobaan dari pemain-pemain Bhayangkara setidak-tidaknya dua kali menerpa tiang dan mistar gawang. Peluang-peluang lain juga mampu dimentahkan kiper Madura Muhammad Ridho.

"Seharusnya kami bisa menang hari ini. Akan tetapi, kami cuma bisa membuat satu gol," tutur Alfredo.

Tidak mampunya skuat berjuluk The Guardians memanfaatkan kesempatan juga diakui oleh penyerang Dendy Sulistyawan.

"Laga berjalan cukup sulit walau kami mengontrol pertandingan. Terbuangnya banyak peluang membuat kami kehilangan poin penting," kata Dendy.



Hasil imbang dengan Madura United membuat Bhayangkara baru meraup satu poin dari tiga laga terakhirnya di Liga 1 Indonesia 2019.

Sebelum bersua Madura, Bhayangkara kalah dari Persipura dan Arema FC.

Bhayangkara FC pun menduduki peringkat ketujuh klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2019 dengan 16 poin. Sementara Madura bertengger di posisi keempat dengan mengoleksi 21 poin.

Berikutnya, Bhayangkara akan menghadapi Persija pada Sabtu (10/8). Di hari yang sama, Madura United bertandang ke markas Persebaya Surabaya.
 
Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar