Menikmati konservasi mangrove sambil bersepeda

id sepeda air,objek wisata,Sungai Jingkem,Tarumajaya,Kabupaten Bekasi,Pariwisata

Menikmati konservasi mangrove sambil bersepeda

Bocah pengunjung objek wisata Sungai Jingkem Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sedang mengayuh sepeda air. (Foto: Pradita Kurniawan Syah).

Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Menikmati panorama kawasan konservasi hutan bakau atau mangrove sambil mengayuh sepeda air di atas Sungai Jingkem menjadi pilihan alternatif warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dan sekitar apalagi objek wisata baru itu tengah digandrungi pengunjung.

Seorang pengunjung, Dimas Adyatama Wicaksono asal Serang Baru mengagumi objek wisata yang berlokasi di Kampung Sembilangan RT 01/09 Desa Samuderajaya, Kecamatan Tarumajaya itu.

"Paling enak naik wahana sepeda air sambil menikmati indahnya mangrove dan sejuknya udara yang kita hirup," kata Dimas, Sabtu.

Bersama keluarga besarnya, Dimas awalnya merasa penasaran adanya tempat wisata baru yang menurut informasi di sejumlah media sosial layak untuk dikunjungi.

"Makanya saya ingin buktikan, saya ajak keluarga besar ke sini dan ternyata tidak mengecewakan. Pas banget untuk mengisi liburan hari ini," katanya.

Wahana sepeda air merupakan satu dari sekian wahana objek wisata Sungai Jingkem yang dikelola Forum Pemuda Peduli Lingkungan (FPPL) beranggotakan kelompok pemuda setempat.

Ketua FPPL, Ahmad Sahili mengatakan wahana sepeda air diproduksi sendiri pihaknya dengan tujuan menarik minat wisatawan. Agar tidak tenggelam, sepeda ditopang dua pelampung yang terbuat dari tiga batang pipa paralon.

"Untuk menggerakkan sepeda air ini pengunjung cukup mengayuh pedal sepeda agar rantai dan kincir berputar," ungkapnya.

"Sementara untuk kemudi menggunakan lempengan besi yang dipasang di bawah setir atau kemudi yang bisa digerakan ke kanan atau ke kiri," katanya lagi.

Selain sepeda air, pengunjung juga bisa menikmati wahana lainnya di Sungai Jingkem yakni ayunan yang dibuat dari alat tangkap ikan atau udang yang diberi nama ayunan sleko. Lalu ada rainbow track, menara kasih dan dermaga hati yang bisa digunakan untuk berselfie.

Sahili mengatakan, sejak dibuka pada 6 Mei 2019 lalu Sungai Jingkem yang dijadikan sebagai taman konservasi mangrove telah dikunjungi kurang lebih 5.000 pengunjung.

"Mereka datang dari berbagai daerah dan mayoritas memang dari Jakarta," ucapnya.

Akses menuju Sungai Jingkem dapat ditempuh melalui jalur laut dan darat. Jalur laut wisatawan bisa mulai dari Jembatan Cinta sedangkan jalur darat, wisatawan bisa melalui akses Desa Buni Bakti Kecamatan Babelan, tepatnya di Jalan Pertamina Kampung Buni Baru.

"Untuk oleh-oleh dari Sungai Jingkem, pengunjung bisa memperoleh manisan rumput laut yang menjadi produk lokal penduduk Kampung Sembilangan," kata Sahili.(KR-PRA).
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar