
Longsor akibatkan badan jalan di Aceh Barat tertimbun

Meulaboh, Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa tanah longsor dari tebing gunung menimbun badan jalan di kawasan Gampong Tungkop, Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.
Sekretaris BPBD Aceh Barat Darmawan di Meulaboh, Kamis, mengatakan material longsor berupa tanah, batu, dan pohon menutupi badan jalan sekitar 20 meter sehingga tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun empat.
"Kejadian sekitar pukul 10.23 WIB, kami terima laporan dari masyarakat terjadi longsor. Setelah tim turun monitoring, ternyata longsor terjadi tiga titik lokasi, ada dua lokasi lain sehingga akses jalan lumpuh sejak pagi tadi," katanya yang dihubungi di lokasi.
Bencana alam tersebut terjadi diperkirakan sudah sejak Kamis dini hari, karena guyuran hujan di kawasan pegunungan Aceh Barat, tidak henti-hentinya sehingga membuat kondisi bebatuan dan tanah gunung berjatuhan ke badan jalan.
Darmawan menyampaikan bahwa tim Satuan Tugas (Satgas) Reaksi Cepat BPBD Aceh Barat telah turun untuk melakukan upaya penanganan bencana itu dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator yang ada di Tutut, Ibu Kota Kecamatan Sungai Mas.
"Ini tim dalam perjalanan ke lokasi, alat berat tidak dibawa dari Meulaboh karena terlalu jauh dan memakan waktu. Kita upayakan mendapat alat berat yang ada di Tutut agar bisa lebih cepat tertangani," kata dia.
Ia mengatakan tim BPBD saat ini masih melakukan inventarisasi lokasi bencana alam, sebab diprediksi dengan kondisi curah hujan tinggi yang mengguyur sejak Rabu (24/4) malam hingga Kamis pagi itu, akan ada potensi banjir.
BPBD akan berupaya seoptimal mungkin untuk mempercepat proses penanganan, berupa menyingkirkan material yang menutupi badan jalan lintas Meulaboh-Geumpang (Kabupaten Pidie) tersebut, agar dapat digunakan kembali.
"Mudah-mudahan bisa selesai semua petang ini, tim sudah bergerak. Kondisi hujan lebat masih terus terjadi dan kita mengimbau masyarakat waspada, terutama yang dekat pegunungan dan banjir juga di daerah aliran sungai," demikian Darmawan.
Pewarta: Anwar
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
