Mendikbud menilai UNBK sulit dilakukan di daerah 3T

id mendikbud,unbk smp,pendidikan indonesia,daerah 3t,daerah miskin di indonesia,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara

Mendikbud Prof Dr Muhadjir Effendi. (ANTARA/Endang Sukarelawati)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sulit dilakukan di daerah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T.

"Pelaksanaan UNBK tingkat SMP ini banyak sekali pesertanya begitu juga wilayahnya. Sebagian besar yang sulit diterapkan di daerah 3T," ujar Mendikbud di Jakarta, Senin.

Mendikbud menjelaskan UNBK di daerah 3T menyangkut beberapa hal yakni sarana-prasarana maupun jaringan internet dan listrik. Mendikbud menambahkan pihaknya terus menambah jumlah sekolah yang menyelenggarakan UNBK melalui pemberian sarana dan prasarana seperti perlengkapan TIK.

"Kami harapkan tahun depan, bisa UNBK seluruhnya," jelas dia.

Sejumlah provinsi yang sudah menyelenggarakan UNBK secara keseluruhan atau 100 persen untuk tingkat SMP yakni DKI Jakarta, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Aceh, DI Yogyakarta, dan Bangka Belitung.

Sedangkan untuk tingkat MTS, provinsi yang menyelenggarakan UNBK secara keseluruhan yakni DKI Jakarta, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Aceh, DI Yogyakarta, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Lampung, Bali, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Banten, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Riau, Papua Barat, dan Sumatera Utara.

Sebanyak 4.279.008 siswa mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) yang dilaksanakan mulai 22 April hingga 25 April.

Untuk sejumlah wilayah seperti Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur, UN baru akan dilaksanakan pada 23 April. UN tingkat SMP/MTS mengujikan empat mata pelajaran yakni Matematika, Bahasa Indonesia,Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar