
BPS OKU segera laksanakan Susenas

Baturaja, Sumsel 24/2 (ANTARA News) -Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan segera melaksanakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dijadwalkan dilaksanakan pada 1-20 Maret 2019.
"Susenas nantinya diawali dengan melaksanakan updating/listing muatan blok sensus pada 18-23 Februari ini," kata Kepala BPS Ogan Komering Ulu (OKU), Budiriyanto di Baturaja, Minggu.
Dia menjelaskan, dalam susenas tersebut pihaknya akan menerjunkan sebanyak 48 orang petugas terdiri atas 35 petugas pencacah dan 13 petugas pengawas yang tersebar di seluruh kecamatan di OKU.
"Sebelum ke lapangan para petugas ini sudah mengikuti pelatihan Petugas Susenas 2019 di BIL Hotel Baturaja awal Februari 2019 lalu, kata Budi.
Menurut dia, data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) mempunyai peran yang cukup penting dalam perencanaan pembangunan, salah satunya untuk mengukur tingkat kemiskinan berdasarkan garis kemiskinan yang terdiri dari dua komponen, yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM).
Dia menjelaskan, garis kemiskinan makanan merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilokalori perkapita per hari.
Sedangkan Garis kemiskinan non-makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.
"Garis Kemiskinan (GK) merupakan penjumlahan dari GKM dan GKNM. Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah GK dikategorikan sebagai penduduk miskin," jelasnya.
Saat ini lanjutnya, data Susenas merupakan sandaran utama pemenuhan kebutuhan pemerintah dalam mengimplementasikan pembangunan nasional agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang National (RPJMN) 2015-2019 dan tujuan pembangunan internasional.
Berdasarkan pendekatan kebutuhan dasar, kata dia, ada tiga indikator kemiskinan yang digunakan yaitu pertama Head Count Index (HCI-P0) yakni persentase penduduk berada di bawah garis kemiskinan (GK).
Selanjutnya kedua, Poverty Gap Index atau Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) yang merupakan rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.
"Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan," katanya.
Ketiga, Poverty Severity Index atau Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) yang memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin.
"Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin," ungkapnya.
Pada kesempatan ini, Budiriyanto mengharapkan rumah tangga yang dikunjungi petugas survei dapat menerima petugas dengan baik dan memberikan jawaban sebenar-benarnya sesuai dengan kondisi yang ada di rumah tangganya.
"Harapan kami masyarakat bisa proaktif mendukung dan memberikan data yang sebenarnya, sehingga Susenas ini bisa berjalan baik dan lancar," harapnya.
Pewarta: Edo Purmana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
