Menhub pimpin diskusi efektivitas LRT Palembang

id menhub, lrt, kereta api layang, kereta lrt,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol/18)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerja di hari pertama di Palembang, Senin berkesempatan memimpin diskusi dengan tema "Efektivitas Kereta LRT Sumatera Selatan".

Diskusi berlangsung di dalam kereta api layang (LRT) dengan rute perjalanan dari Stasiun LRT Bandara SMB II Palembang dan berakhir di Stasiun LRT Bumi Sriwijaya Palembang.

Dalam diskusi itu Menhub didampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menjelaskan manfaat kereta LRT bagi masyarakat Sumatera Selatan secara umum.

Menurut Budi Karya kereta LRT merupakan moda transportasi moderen yang disediakan pemerintah untuk mengatasi masalah kemacetan arus lalu lintas di Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan yang mengalami perkembangan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat.

Untuk mengoperasikan kereta api layang itu membutuhkan biaya yang cukup besar, kondisi ini membutuhkan perhatian bersama antara pemerintah pusat daerah sehingga bisa terus beroperasi melayani masyarakat, kata Menhub.

Setelah acara tersebut, pada hari kedua Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dijadwalkan membuka seminar dan dialog nasional dengan tema "Pengelolaan Sumber Daya Alam di Era Revolusi 4.0" di salah satu hotel di Palembang, Selasa (12/2) pagi.

Dalam seminar itu selain dihadiri Menhub, ?rencananya tampil menjadi pembicara kunci ?(Keynote Speech) Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Pada kesempatan kunjungan kerja di Palembang, Menhub Budi Karya juga akan menyerahan "life jacket" kepada operator kapal di perairan Sungai Musi kawasan pasar tradisional 16 Ilir Palembamg.

Kemudian Menhub juga akan meninjau dan berdialog dengan masyarakat penggiat padat karya pembersihan alur pelayaran dan lingkungan pelabuhan sungai, di Palembang pada Selasa (12/2) siang.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar