BPS: Pertumbuhan ekonomi Sumsel 6,04 persen

id BPS,ekonomi sumsel,pertumbuhan ekonomi sumsel,Badan Pusat Statistik,Endang Tri Wahyuningsih,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara pal

BPS merilis data pertumbuhan ekonomi Sumsel di Kantor BPS Sumsel, Palembang, Rabu (6/2). (ANTARA News Sumsel)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan pada 2018 mencapai 6,04 persen atau di atas angka nasional sebesar 5,17 persen.

Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih di Palembang, Rabu, mengatakan, pencapaian ini patut disyukuri di tengah pertumbuhan ekonomi global yang tak menentu.

Sumber pertumbuhan ekonomi Sumsel bertumpu pada sektor pertambangan batubara dan perkebunan karet serta sawit, yang harganya tergantung pasar internasional.

"Ini tentu bagus sekali, tapi ke depan harus lebih baik lagi. Caranya, kebijakan pemerintah harus lebih tepat sasaran," kata Endang.

Angka pertumbuhan di atas enam persen juga dipengaruhi pembangunan infrastruktur yang cukup masif menjelang kegiatan Asian Games pada Agustus 2018.

Hanya saja, lanjutnya, patut dicermati kualitas pertumbuhan ekonomi tersebut mengingat angka kemiskinan di Sumatera Selatan tergolong tinggi yakni 12,82 persen pada September 2018.

Persentase itu lebih besar ketimbang tingkat kemiskinan nasional yang sebesar 9,66 persen.

Ia menjelaskan, memang secara teori tidak ada korelasi searah (inline) antara pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.

Namun, sedapat mungkin pertumbuhan ekonomi dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan kesehatan, daya beli dan pendidikan.

"Jika hanya mengandalkan pertambangan, mau sampai kapan? Nanti, (tambang) ini habis. Mulai lah, dengan sektor-sektor baru seperti penyediaan akomodasi dan minuman yang pertumbuhannya sudah mulai bagus di atas lima persen," kata dia.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setda Pemprov Sumsel Afrian Joni mengatakan pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah staregis untuk mencetak pertumbuhan ekonomi yang berkualitas pada 2019.

Pemprov akan menggali sebanyak-banyaknya potensi industri pengolahan dan pertanian yang sejauh ini masih menjadi urutan ketiga di postur PDRB, kemudian pengembangan sektor pariwisata dan industri kecil menengah.

"Dengan langkah-langkah yang tepat sasaran, kami optimitis dapat mencetak pertumbuhan ekonomi kembali di atas enam persen pada 2019. Salah satunya, karena ada dana perbaikan infrastruktur jalan hingga Rp1,3 triliun," kata Joni.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar