
Kaum muda harus putus rantai KDRT

"Kaum muda-mudi yang berada pada fase menjelang kehidupan berumah tangga harus diberi pemahaman, pengetahuan dan peran signifikan dalam penghapusan KDRT," katanya, di Gelanggang Olahraga Bung Karno, Jakarta, Minggu.
Yohana mengatakan, kaum muda perlu diberi pemahaman dan pengetahuan seperti kesiapan membangun rumah tangga, kedewasaan calon pengantin, kesiapan ekonomi, pengetahuan masing-masing pasangan, lingkungan keluarga, sosial dan budaya.
Menurut dia, keberadaan dan pelibatan kaum muda merupakan langkah strategis karena penanganan KDRT memerlukan waktu, pengorbanan dan biaya yang tidak murah.
"Mereka merupakan garda terdepan dalam menghapus atau mencegah KDRT. Semakin cepat kaum muda mengenali potensi KDRT, semakin siap mereka menangkal dan menghindari," ujar Yohana.
Anak-anak yang tumbuh dan berkembang dalam keluarga yang mengalami KDRT akan cenderung meniru ketika mereka dewasa dan berumah tangga.
"Anak-anak yang melihat ibunya dipukul ayahnya dan diam saja, tidak melapor, akan cenderung melakukan hal yang sama ketika berumah tangga dan mengalami KDRT," katanya.
Yohana mencanangkan Gerakan Bersama Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Geber Stop KDRT) di Gelanggang Olahraga Bung Karno, Jakarta, Minggu.
Pewarta: Dewanto Samodro
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
