Pasar komiditas berjangka terus tumbuh di Palembang

id pasar komoditas,komoditas,investasi,portoflio investasi,PT Rifan Financindo,investasi berkangka

Eko Budhi Prasetyo mempresentasikan peningkatan kinerja RFB Palembang pada awak media, Sabtu (22/9). (ANTARA News Sumsel/Fernando Tri Tanjung/Erwin Matondang/18)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pasar komoditas berjangka di Palembang terus tumbuh seperti yang dicetak PT Rifan Financindo Berjangka yang berhasil menggaet 295 nasabah baru untuk berinvestasi di pasar berjangka sepanjang Januari-Agustus 2018.

Kepala Cabang Rifan Financindo Berjangka (RFB) Eko Budhi Prasetyo di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa, mengatakan jumlah nasabah baru tersebut tumbuh 22,41 persen dari tahun lalu yang masih sebanyak 241 nasabah.

"Pertumbuhan nasabah baru itu tidak terlepas dari edukasi yang sering kami berikan terkait investasi di bursa komoditi berjangka kepada masyarakat di Palembang," ujar dia.

Eko menerangkan Palembang merupakan cabang yang tercatat memiliki nasabah baru terbanyak sejak tahun lalu di luar Jakarta. Perusahaannya menargetkan pertumbuhan bisa menyentuh 500 nasabah baru hingga akhir tahun ini.

Saat ini, perusahaan telah berekspansi di sembilan kota besar di Tanah Air, seperti Medan, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

"Pertumbuhan jumlah nasabah baru itu juga diikuti pertumbuhan transaksi yang sangat signifikan selama delapan bulan terakhir di Palembang," kata dia.

Berdasarkan catatan perseroan, transaksi perdagangan di Palembang bahkan tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Misalnya, transaksi perdagangan komoditi yang tumbuh 443,34 persen dari semula 7.568 lot menjadi 41.120 lot. Sementara itu, transaksi Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) meningkat 81,37 persen dari 57.685 lot menjadi 104.625 lot.

Perseroan menjelaskan tingginya transaksi dan jumlah nasabah tersebut juga menunjukkan minat masyarakat terhadap bursa berjangka makin besar untuk menjadi portofolio investasi.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar