Asian Games (profil) - Nur Meni gadis Sultra pedayung berbakat

id Nur Meni,dayung putri indonesia,berita sumse,berita sumsel,berita palembang,Riska Andriyani,asian games,asian games 2018,asian games palembang,medali

Atlet dayung Nur Meni saat wawancara dengan wartawan di arena Asian Games 2018 Palembang. (Foto ANTARA News Sumsel.com/Yudi Abdullah/18)

...Atlet dayung Indonesia ini memiliki cukup banyak koleksi medali emas baik dari ajang olahraga tingkat nasional maupun internasional...
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Salah satu atlet dayung putri yang memperkuat tim tuan rumah Indonesia pada lomba dayung Asian Games XVIII/2018 adalah Nur Meni.

Namanya semakin sering dibicarakan di stadion dayung Jakabaring Rowing & Canoeing Regatta Course, Palembang, Sumatera Selatan, ketika berhasil masuk final dan diprediksi berpeluang besar memperoleh medali emas di nomor canoe/kayak sprint kelas kano ganda putri 500 meter.

Nur Meni merupakan gadis kelahiran Bontu Bontu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang turun di nomor kano sprint ganda berpasangan dengan Riska Andriyani yang juga merupakan pedayung putri andalan Tim Nasional Indonesia.

Pedayung dengan postur tubuh tergolong imut-imut itu tidak disangka mampu mengimbangi atlet dari berbagai negara Asia lainnya yang memiliki postur tubuh yang lebih besar dan tinggi.

Bersama pasanganya, gadis Sultra itu berjuang maksimal berlomba mendayung kanonya untuk menuju garis finis di urutan pertama dengan catatan waktu terbaik.
Sejumlah regu dayung memacu kecepatan pada pertandingan final dayung kelas ringan ganda putri Asian Games 2018 di Lake Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan,Jumat (24/8). (INASGOC/Rahmad Suryadi/nym/18) (INASGOC/Rahmad Suryadi/nym/18/)

Dalam final di venue dayung Jakabaring Sports City (JSC) Palembang, Kamis (30/8) pagi, yang diikuti sembilan tim, atlet dayung putri andalan Indonesia itu, bersama pasangannya Riska hanya mampu menduduki urutan ketiga di garis finis.

Medali emas kano ganda putri 500 meter diraih pasangan China MA Yanan dan Sun Mengya yang berhasil menduduki urutan pertama memasuki garis finis.

Medali perak direbut tim dayung putri Uzbekistan pasangan Rakhmatova Dinoza dan Zokirova Nilufar yang menempati urutan kedua memasuki garis finis.

Meskipun sudah berjuang maksimal untuk menjadi yang terbaik di final kano kelas ganda putri itu, Nur Meni belum bisa berkontribusi memberikan medali emas.

Nur Meni bersama pasangannya Riska hanya mampu memperoleh medali perunggu kano ganda putri 500 meter.

"Mohon maaf saya belum bisa mempersembahkan emas, perjuangan sudah maksimal namun keberuntungan belum bisa diraih, sekarang ini hanya perunggu yang dapat dipersembahkan," ujar Nur Meni.
Atlet Kano Indonesia Riska Andriyani dan Nur Meni memacu kecepatan pada final kano 500 meter ganda putri Asian Games 2018 di danau Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (30/8/2018). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A (ANTARA FOTO/INASGOC/Septianda Perdana/18)

Dia mengatakan, dalam lomba ini terjadi persaingan yang sangat ketat karena ada 22 negara dari 46 negara peserta Asian Games XVIII menurunkan timnya dalam lomba dayung nomor canoe/kayak sprint di Palembang, yang digelar pada 29 Agustus hingga 1 September 2018.

Dalam lomba dayung nomor canoe/kayak sprint (CSP) di stadion dayung Jakabaring Rowing & Canoeing Regatta Course, Palembang, memperebutkan 15 medali emas, namun hanya satu perunggu yang bisa diraih dan satu perak yang diraih pasangannya Riska yang turun di kelas kano perorangan 200 meter putri.

Beberapa negara yang menjadi saingan berat seperti China, India, Jepang, Kazakhstan, dan Korea Selatan dan Korea Utara (Korea Bersatu).

Belajar dari pengalaman berlomba di pesta olahraga negara-negara kawasan Asia ini, akan melakukan latihan lebih keras lagi dan menyiapkan strategi yang lebih baik bersama pelatih kepala Muhammad Suryadi dan pelatih asing dari Ukraina untuk menghadapi Asian Games empat tahun mendatang dan beberapa ajang lomba skala internasional lainnya dalam beberapa tahun ke depan.

Melalui persiapan maksimal dan bimbingan pelatih yang profesional, Nur Meni bertekad bisa meraih emas dan menaikkan bendera merah putih di atas tiang tertinggi di arena perlombaan.


               Juara Championship China
Atlet dayung Indonesia ini memiliki cukup banyak koleksi medali emas baik dari ajang olahraga tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu medali emas dayung ajang olahraga tingkat nasional, diraih Nur Meni pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat.

Ajang olahraga internasional, satu medali emas cabang olahraga dayung nomor kano sprint diraih dari Championship China pada 2017.

Perjalanannya mengukir prestasi di cabang olahraga dayung diawali sejak tahun 2012.

Menjadi atlet dayung merupakan cita-citanya, karena sejak kecil sudah terbiasa memegang dayung bermain perahu di kampungnya Pulau Bontu Bontu, Kabupaten Muna.

Kesuksesannya menekuni olahraga dayung, tidak terlepas dari jasa pelatihnya M Suryadi yang mengajaknya masuk pelatnas setelah berlomba di PON 2012, Riau.

Sebelum turun di PON, Nur Meni hanya atlet lokal mewakili kampungnya dan Provinsi Sultra, namun kini menjadi atlet nasional yang berlomba di kancah internasional membawa nama besar Indonesia.

Teruslah berlatih dan jangan cepat puas dengan prestasi yang telah diraih, semoga bisa mewujudkan cita-cita menjadi pedayung tangguh tingkat dunia dengan prestasi cemerlang dan menjadi kabanggan Bangsa Indonesia.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar