Tari topeng meriahkan temu masyarakat Indonesia di London

id tari topeng,berita sumsel,berita palembang,berita antara,Acara puncak Temas 2018,Sekretaris Jenderal Federasi Silat UK, Sue Gault,Temu Masyarakat Indo

Dokumen foto Tari Topeng Ireng. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

London (ANTARA News Sumsel) - Sajian tari Topeng Trijaya oleh tiga penari memeriahkan acara Temu Masyarakat Indonesia dalam rangka peringatan HUT Ke-73 Republik Indonesia di halaman Wisma Nusantara, kediaman resmi Duta Besar RI di London.

Minister Counselor KBRI London Thomas Siregar di London, Minggu, menyebutkan para penari berlatih tiga kali di KBRI London, di bawah asuhan pengajar tari KBRI London Sujarwo Joko Prehatin.

Mereka, katanya, dapat menyuguhkan tarian berasal dari Klaten tersebut dengan apik dan menarik perhatian penonton dalam pembukaan acara itu.

Dalam acara itu, sekelompok anak berusia antara 4-10 tahun mengenakan busana daerah berjalan beriringan menempati lapangan rumput di depan panggung acara.

Mereka bernyanyi dan menari dengan riang gembira, mengangkat tangan, memutar badan, dan meloncat-loncat, mengikuti gerakan pelatih tari anak-anak di KBRI London Lanny Siregar.

Gerakan yang spontan dan polos anak-anak itu dalam menyanyikan lagu "Hari Merdeka", "Layang-Layang", dan "Libur Telah Tiba" membuat semua yang menyaksikan tersenyum sambil mengabadikan melalui telepon seluler masing-masing.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan International Maritime Organization (IMO) Rizal Sukma menyampaikan ungkapan bahagia pada pembukaan acara yang dihadiri lebih dari 1.600 pengunjung terdiri atas masyarakat Indonesia dan warga Inggris lainnya.

Ia mengatakan bahwa selain sebagai kesempatan baik untuk memperkuat silaturahim di antara masyarakat Indonesia, acara Temu Masyarakat (Temas) juga untuk mengumpulkan dana bagi masyarakat Indonesia yang terkena musibah, khususnya gempa bumi di Lombok.

Seluruh hasil penjualan "raffle ticket" yang berjumlah 2.000 (sekitar 37 juta rupiah) akan disumbangkan kepada masyarakat Indonesia di Lombok.

Beberapa organisasi nirlaba lainnya turut berpartisipasi pada acara Temas 2018. Mereka ikut mengumpulkan dana kemanusiaan untuk Lombok.

Acara Temas 2018 makin meriah dengan kehadiran London Angklung Ensemble pimpinan Hana A. Satriyo. Kelompok itu membawakan lagu "Manuk Dadali" dari Jawa Barat, "Bengawan Solo" ciptaan maestro keroncong Indonesia Gesang, "Mama Mia" yang dipopulerkan grup musik kenamaan dari Swedia, ABBA, dan "Besame Mucho".

Penampilan grup musik Great Peters Band pimpinan Sekretaris Pertama Fungsi Ekonomi KBRI London Bonifacius Riwi Wijayanto dan grup vokal Bonapasogit yang menampilkan medlei lagu daerah dari bagian barat sampai timur Indonesia, membuat penonton ikut bernyanyi.

Tampak beberapa penonton hanya menggerak-gerakan bibir sambil berupaya mengingat kembali beberapa lagu daerah, seperti "Beungong Jeumpo" (Aceh), "Waktu Hujan Sore-Sore" (Maluku), "Apuse" (Papua), "Kampuang Nan Jauh Dimato" (Sumatera Barat), serta "Alu Sia" (Sumatera Utara).

Gerakan pencak silat sajian Kurnia Rahayuni yang mantan atlet silat nasional yang tengah menempuh studi di Birmingham serta dua pesilat lokal tergabung dalam Perguruan Silat Harimau UK menambah decak kagum penonton, di antaranya Sekretaris Jenderal Federasi Silat UK, Sue Gault.

Salah seorang warga Inggris, Mark yang nampak sabar antre di Warung Sate Windsor, menyatakan kagum atas aktif dan kompaknya masyarakat Indonesia di Inggris.

Kekaguman dia, juga menyangkut suguhan beragam sajian musik, tari, dan tampilan budaya, serta kuliner Indonesia, seperti nasi pecel, pempek, mi bakso, batagor, dan berbagai jajanan pasar lainnya.

Di tengah hiruk pikuk penonton saat menyaksikan berbagai acara padat mulai pukul 11.00 sampai 17.00 waktu setempat, Koordinator Temas 2018 yang juga Sekretaris Kedua Fungsi Ekonomi Ratih Astari terus berkoordinasi dengan Sekretaris Kedua Fungsi Pensosbud Okky Palma guna memastikan kelancaran jalannya acara secara keseluruhan.

Acara puncak Temas 2018 ditandai dengan kehadiran duet tarikan suara Ana Aldiana dan Fia Alamanda, ibu dan anak finalis British Got Talent 2016.

Kedua biduanita berkelas dunia tersebut menyanyikan lagu-lagu dangdut yang ditunggu-tunggu penonton. Hampir seluruh penonton tanpa malu-malu bergoyang bersama sambil menyanyikan, di antaranya lagu "Terajana" dan "Sakit Gigi".

Sejumlah warga Inggris yang hadir pun bergoyang pinggul dan kepala sambil mengikuti alunan musik dangdut itu.

Dalam acara Temas 2018 itu juga dilakukan penarikan undian berhadiah.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar