
Pembasahan lahan terus dilakukan cegah kebakaran

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pembasahan areal gambut terus dilakukan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan di sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan yang dinilai rawan, guna memastikan Kota Palembang terbebas dari kabut asap saat Asian Games, 18 Agustus-2 September 2018.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Palembang, Jumat, seusai memimpin Apel Gelar Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan, mengatakan, pembasahan ini menjadi salah satu cara jitu untuk memastikan lahan gambut kering tidak menjadi bahan bakar pada masa puncak kemarau.
"Ada alatnya, namanya sambonesia (sejenis pipa) yang dapat dimasukkan air ke dalam lahan gambut hingga radius 50 meter. Ini yang terus dikerjakan personel kami di lapangan bekerja sama dengan perusahaan perkembunan," kata Panglima, didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian berbicara di lokasi Apel Siaga.
Ia mengatakan selain memastikan lahan tetap basah, Satgas Karhutla terutama tim operasi darat juga menjaga sejumlah desa yang dianggap rawan tidak terjadi kebakaran. Sebanyak 55 desa di sekitar Kota Palembang saat ini dijaga ketat oleh sekitar 200 personel TNI dan dibantu oleh personel Brimob.
"Personel kami kini benar-benar tidur di desa, untuk terus memantau," kata Hadi.
Selain itu yang tak kalah penting yakni dilaksanakannya teknologi modifikasi cuaca (tmc) sejak Senin (30/7). Hasilnya, hujan sudah terjadi di tiga lokasi, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kota Palembang.
"Upaya ini berhasil karena ada pengaruh siklon di Filipina sehingga kami bisa menyemai garam di awan. Pada prinsipnya, semua pihak bersatu padu untuk mengatasi Karhutla ini demi Asian Games," kata dia.
Sementara itu, pembasahan menggunakan alat "sambonesia" terus APP Sinar Mas di lahan konsesi miliknya sekitar 600 ribu hektare di Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin.
General Manager Fire Management APP Sinar Mas Sujica Lusaka mengatakan alat sambonesia itu dapat berfungsi optimal dan tepat sasaran karena perusahaan memiliki pusat kontrol pengelolaan data peta lahan gambut.
"Di 'situation room' kami memiliki monitor yang dapat memantau kondisi lahan gambut. Jika terpantau berwarna merah, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pembasahan menggunakan sambonesia. Setidaknya kami mensiagakan 2.000 unit," kata Sujica.
Ia mengatakan bukan saja lahan di dalam konsesi, Sinar Mas juga melakukan hal serupa di lahan di luar konsesi karena memiliki tanggung jawab hingga radius 5 kilometer.
Seperti yang juga dikatakan Managing Director Sinar Mas G Sulistiyanto bahwa Sinar Mas juga turut memadamkan titik api di luar konsesi.
"Setidaknya kami sudah melakukan 34 kali water bombing untuk periode Mei hingga Juli untuk lahan di luar konsesi kami," kata dia.
Selain itu, perusahaan juga telah menginvestasikan dana Rp170 miliar untuk upaya pencegahan karhutla, dan Rp50 miliar khusus untuk menjamin perhelatan Asian Games terhindar dari persoalan ini.
"Sebagian besar dana tersedot untuk penerapan teknologi dan biaya water bombing. Kami menyiapkan empat helikopter Super Puma dengan kapasitas 4.000 liter air," kata dia.
Upaya ini mendapatkan apresiasi Kapolri Jenderal Tito Karnavian. "Kami sangat mengapresiasi sekali karena perusahaan melakukan langkah-langkah insiatif sendiri untuk turut mengamankan negara dari Karhutla. Semua pihak harus menyadari bahwa kejadian kebakaran ini bukan lagi tanggung jawab pemerintah provinsi Sumsel saja, tapi sudah tanggung jawab bangsa yang harus dipikul bersama," kata dia.
Sumatera Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan karena akan menjadi tuan rumah ajang akbar multicabang olahraga Asian Games yang akan akan diikuti 45 negara.
Sumatera Selatan patut waspada karena memiliki 1,4 juta lahan gambut dan pada puncak kemarau diketahui bersuhu rata-rata 32-34 derajat celcius (suhu ekstreem 35 derajat celcius).
Pada pertengahan Juli lalu, sekitar 200 hektare lahan terbakar di Kabupaten Ogan Komering Ilir selama kurang lebih empat hari. Lalu, pada Rabu (1/8) terdeteksi dua titik api di Muara Medang, Kabupaten Musi Banyuasin dan Sungai Menang Kabupaten OKI. Kedua titik ini sudah berhasil dipadamkan Kamis (2/8) melalui water bombing.
Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
