
Siswa TK ajari komunitas manfaatkan sampah

....Mereka tidak perlu baju baru untuk tampil, cukup memberdayakan baju yang rusak dihias dengan sampah hingga cantik dan menarik," kata wanita yang pernah memperoleh aneka penghargaan lingkungan ini....
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Sejumlah siswa taman kanak-kanak "Junjung Biru" Palembang mengajari puluhan anggota berbagai komunitas memanfaatkan sampah plastik dan anorganik menjadi benda bermanfaat dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018.
"Siswa TK junjung biru ini sudah sangat paham dengan pemanfaatan sampah. Jadi kami ajak mereka berbagi ilmu dengan yang lebih dewasa," ungkap Pegiat sampah sekaligus pemilik sekolah Junjung Biru Syalfitri di sela acara yang diselenggarakan di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS), Sabtu.
TK Junjung Biru sendiri memanfaatkan pemberdayaan sampah yaitu uang sekolah diganti dengan sampah setiap bulannya.
Pada peringatan tersebut para siswa menunjukkan hasil karya mereka membuat kostum dari baju bekas yang dihiasi dengan sampah plastik dan anorganik lainnya.
"Mereka tidak perlu baju baru untuk tampil, cukup memberdayakan baju yang rusak dihias dengan sampah hingga cantik dan menarik," kata wanita yang pernah memperoleh aneka penghargaan lingkungan ini.
Tidak hanya itu saja para siswa secara berkelompok menjadi tutor bagi peserta dewasa yang berasal dari aneka komunitas untuk membuat eco brick atau bata yang terbuat dari limbah plastik dan botol bekas.
Berbekal pengetahuan, sampah plastik serta botol plastik yang dibawa peserta dan gagang sapu, para siswa ini mengajarkan cara memadatkan limbah plastik ke dalam botol hingga padat dan botol menjadi kokoh.
Meski terlihat agak canggung namun siswa yang rata-rata berusia empat hingga enam tahun ini terlihat menikmati, sementara para peserta juga sangat antusias mendengar penjelasan polos mereka.
Usai tutorial tersebut para peserta yang berasal dari 20 komunitas muda di Palembang ini kemudian diajak menyisiri area wisata TPKS Palembang.
"Tempat pariwisata juga salah satu cerminan kebersihan kota kita, saya lihat kesadarannya masih kurang jadi kegiatan ini juga berusaha mengajak semua membangkitkan kesadaran itu," kata Syalfitri.
Menurut catatan Badan Lingkungan Hidup Kota Palembang mencatat rata-rata pada tahun 2017 setiap harinya penduduk menghasilkan 700 ton sampah.
"Tidak terbayang bila tiap tahun jumlah sampah kita lebih banyak, jadi kesadaran sudah harus dimulai dari sekarang," ujarnya.
Pewarta: Feny Selly
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
