Logo Header Antaranews Sumsel

Disperindag ajak pengusaha timika manfaatkan tol laut

Kamis, 3 November 2016 11:16 WIB
Image Print
Ilustrasi-Kapal melewati tol laut (Foto Antarasumsel.com/ Evan Ervani/15)
....Songbes mengatakan jajarannya tidak bisa memaksakan para pengusaha di Timika untuk memanfaatkan jasa kapal program tol laut untuk pengiriman barang mereka dari Surabaya....

Timika (ANTARA Sumsel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, mengajak para pengusaha di Kota Timika untuk memanfaatkan program Tol Laut yang telah dicanangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak akhir 2015.

Kepala Disperindag Mimika Bernadinus Songbes di Timika, Kamis, mengatakan sejak awal tahun ini Kapal Tol Laut Freedom rutin melakukan pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke wilayah timur hingga Pelabuhan Paumako Timika setiap bulan.

Namun, hingga kini animo para pengusaha setempat, terutama pengusaha yang bergerak di bidang suplai bahan kebutuhan pokok, dalam memanfaatkan jasa kapal tol laut tersebut dirasakan masih minim.

"Sebulan sekali kapal tol laut berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke arah timur, yaitu Tual, Fakfak, Kaimana hingga Timika untuk mengangkut barang-barang kebutuhan pokok masyarakat. Tapi sampai sekarang baru ada tiga pengusaha di Timika yang memanfaatkan program ini. Pengusaha itu bergerak di bidang distrubusi telur dan daging ayam," katanya.

Songbes mengatakan jajarannya tidak bisa memaksakan para pengusaha di Timika untuk memanfaatkan jasa kapal program tol laut untuk pengiriman barang mereka dari Surabaya.

Sekalipun kenyataannya, biaya ekspedisi barang menggunakan jasa pelayaran kapal tol laut dari Surabaya ke Timika jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya ekspedisi kapal dagang swasta yang tidak mendapat subsidi dari pemerintah.

"Sudah beberapa kali kami melakukan sosialisasi hal ini dengan mengundang Pelni dan para pengusaha. Kami katakan kepada mereka bahwa biaya ekspedisi barang menggunakan jasa pelayaran kapal tol laut jauh lebih irit, bisa sampai 60 persen dibanding kapal swasta. Tapi keputusannya tergantung mereka sendiri," kata Songbes.

Menurut dia, syarat bagi pengusaha untuk mengikuti program tol laut tidak terlalu sulit. Pengusaha yang bersangkutan tinggal melaporkan ke Disperindag setempat untuk mendapatkan surat izin.

Songbes berharap, ke depan semakin banyak pengusaha di Timika, terutama para agen dan distributor bahan kebutuhan pokok, dapat memanfaatkan jasa kapal tol laut untuk pengiriman barang dari Pulau Jawa.

Pasalnya, dengan berkurangnya biaya ekspedisi barang dari Jawa ke Timika maka hal itu akan berpengaruh langsung pada penurunan harga bahan kebutuhan pokok yang dijual ke konsumen di Timika.

Kepala Cabang PT Pelni Timika Suaidi mengatakan tarif angkutan barang dari Surabaya ke Timika menggunakan Kapal Tol Laut Freedom jauh lebih murah 60-70 persen dibandingkan dengan kapal barang milik swasta.

Waktu tempuh pelayaran kapal tol laut dari Surabaya hingga Timika selama satu bulan (pergi-pulang).

Menteri Perhubungan Budhi Karya Sumadi saat kunjungan kerja ke Papua belum lama ini menegaskan bahwa program tol laut penting menjangkau wilayah Papua guna menekan disparitas harga yang masih terasa tinggi di Papua dibandingkan dengan Pulau Jawa.

"Seperti Timika, bisa dijadikan titik untuk tol laut karena akan menghemat 36 jam. Dari Timika diharapkan barang akan dapat disuplai ke semua kota di Papua," ujarnya.

Budhi meminta pemda di Papua berperan aktif melakukan pengawasan dalam proses distribusi logistik, terutama untuk meminimalisasi praktik percaloan yang justru memicu ekonomi biaya tinggi.



Pewarta:
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026