
Empat unit rumah warga Palembang terbakar

Palembang (ANTARA Sumsel) - Empat unit rumah warga di kawasan padat penduduk Jalan KH Azhari Lorong Keluarga RT 16 Kelurahan 14 Ulu Palembang terbakar sekitar pukul 10.00 WIB.
Empat rumah semi permanen hangus terbakar yaitu rumah milik Nur Aini (54), Agus (40), Idrus (39) dan Aminah (60), sementara dua rumah lainnya milik Ibrahim serta Nurmah hanya sebagian saja yang terbakar.
Kebakaran diduga bermula dari tabung gas elpiji yang meledak di rumah milik Nur Aini dalam keadaan kosong, karena penghuninya sedang berdagang di Pasar Pocong, Kelurahan 14 Ulu.
Rumah tersebut diduga menjadi tempat penjualan premium eceran, sehingga dengan cepat api menjalar ke rumah lain.
Jarak rumah yang berdekatan, membuat api merambat ke rumah yang berada di sekitarnya.
Setidaknya ada tujuh unit mobil Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Kota Palembang tiba di lokasi, dan langsung berjibaku memadamkan api yang sudah membesar.
Berselang satu jam kemudian, petugas dapat memadamkan api sehingga kebakaran tidak terus membesar.
"Sebelum kebakaran sempat terdengar suara ledakan cukup besar. Saya hanya bisa menyelamatkan surat rumah saja, barang lain hangus terbakar," ungkap Maimunah, anak kandung Aminah yang rumahnya ludes terbakar.
Sementara itu, anak kandung Nur Aini, Muhammad Dody (38) mengatakan saat kebakaran terjadi diketahui tidak satu orang pun yang ada di dalam rumah.
"Saat kejadian kebakaran, saya sedang menarik becak, kemudian ada orang yang mengabari jika rumah orang tua saya terbakar," kata dia.
Kapolsek Seberang Ulu II Kompol Mulyono di dampingi Wakapolsek AKP Yulia Farida menerangkan dari hasil penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) diketahui kebakaran bermula dari kompor gas yang meledak.
"Setidaknya ada empat rumah yang hangus terbakar dan kerugian masih belum ditafsir diperkirakan ratusan juta rupiah, serta dari peristiwa itu tidak ada korban jiwa," kata dia.***4***
(T.D019/B/M033/M033) 10-10-2016 16:31:29
Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
