
DPRD dertanyakan pembatalan 15 proyek Dinas Pendidikan

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Komisi I DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan mempertanyakan kebijakan program kerja yang dilakukan Dinas Pendidikan setempat membatalkan 15 proyek fisik, padahal sudah dianggarkan dalam APBD 2016.
"Ada 15 kegiatan/proyek fisik pemberian hibah dan bantuan sosial bersumber dari APBD 2016 yang dibatalkan. Padahal itu sudah dianggarkan," kata Ketua Komisi I DPRD Ogan Komering Ulu (OKU), Yopi Sahrudin di Baturaja, Selasa.
Menurut Yopi, informasi pembatalan proyek itu sudah lama terdengar di lapangan, namun surat pembatalan tersebut baru diterima dewan dari Dinas Pendidikan setempat pada Senin (13/6).
"Kami baru menerima surat pembatalan itu kemarin melalui Anggota Komisi I, Iwan Munandar. Iwan sendiri tahu mengenai informasi tersebut dari seorang Kepala Sekolah yang menelepon terkait pembatalan beberapa kegiatan proyek, padahal sudah dianggarkan," katanya.
Menurut dia, jika ini dibatalkan kemana larinya, kemudian surat Dinas Pendidikan itu diantarkan secara tidak resmi pula.
Dia menjelaskan, dari 15 kegiatan fisik dibatalkan itu merupakan hal-hal yang dibutuhkan dan itu memang sudah diusulkan, sehingga pihaknya sangat bingung apa penyebabnya.
"Kalau memang batal kita tidak persoalkan, tapi ingin koordinasi dan Dinas Pendidikan harus menjelaskan. Ini kegiatan jadi putus di tengah jalan, sedangkan total anggarannya senilai kurang lebih Rp2 miliar," katanya.
Pihaknya pun menyesalkan adanya pembatalan 15 kegiatan fisik dimaksud, padahal selama ini Komisi I DPRD selalu mendukung apa yang diinginkan Dinas Pendidikan setempat, katanya.
Sementara, Anggota Komisi I DPRD, Yudi Purna Nugraha menambahkan bahwa anggaran di Dinas Pendidikan selama ini lebih banyak ke arah reward ketimbang untuk pembangunan.
"Sekarang saya tanya apa yang menonjol dari Dinas Pendidikan sampai sekarang? Tidak ada. Ingat, Dinas Pendidikan adalah keluarga yang paling besar, tidak mungkin kelak tidak ada masalah," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan OKU, Mahyudin Helmi belum dapat ditemui di kantornya, terkait adanya informasi pembatalan 15 item program proyek pendidikan yang dilaksanakan di dinas tersebut.
Pewarta: Evan Ervani
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
