Logo Header Antaranews Sumsel

Sucofindo targetkan perluas pasar regional hadapi MEA

Senin, 28 Desember 2015 16:20 WIB
Image Print
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Sucofindo Beni Agus Permana (kanan) berfoto bersama siswa berprestasi asal Kalimantan Utara yang terpilih mengikuti program BUMN "Siswa Mengenal Nusantara" di Palembang, 28 Desember 2015-1 Januari 2016 (

Palembang, (ANTARA Sumsel) - BUMN yang bergerak di bidang jasa pemastian PT Sucofindo (Persero) menargetkan perluasan pasar hingga ke regional Asia guna menghadapi persaingan era Masyarakat Ekonomi ASEAN yang resmi bergulir per 31 Desember 2015.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Sucofindo Beni Agus Permana di Palembang, Senin, mengatakan, perusahaan sudah merencanakan membuka cabang di Singapura, Malaysia, dan Hongkong setelah tahun ini membuka kantor perwakilan di Timur Leste dan Korea Selatan.

"Untuk jangka panjang, kami menargetkan perusahaan memiliki cabang di setiap negara ASEAN karena mempunyai kegiatan operasional di luar negeri, seperti verifikasi penelusuran teknis impor," kata Beni setelah menghadiri acara seremoni pembukaan pertukaran pelajar BUMN membangun negeri di Gedung Diklat PT Pusri di Palembang.

Acara tersebut juga dihadiri Direktur SDM dan Umum PT Pusri M Romli, dan Direktur Operasi PT Jasa Marga Christantio Prihambodo.

Ia mengemukakan, "menyerang" pasar menjadi pilihan perusahaan pada 2016 karena setelah MEA diberlakukan, Indonesia juga menjadi tujuan pasar negara-negara regional ASEAN.

Sebagai perusahaan yang memberikan jasa inspeksi, audit, pengujian, sertifikasi, pelatihan, dan konsultasi, Sucofindo menyadari bahwa untuk memenangkan persaingan tersebut dibutuhkan daya saing.

Untuk itu, Sucofindo telah menganggarkan dana investasi sebesar Rp150 miliar atau meningkat dibandingkan 2015 tercatat Rp135 miliar.

Selain itu, perusahaan telah memiliki program strategis penguatan fundamental yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemutahiran infrastruktur.

"Yang saat ini serius ditangani yakni kaderisasi SDM karena seperti diketahui bahwa Sucofindo merupakan perusahaan yang menjual jasa berbasis data, kemudian upaya peningkatan profesionalisme perusahaan karena saat MEA berlangsung maka konsumen akan memilih," kata dia.

Untuk itu, Sucofindo telah memutakhirkan peralatan laboratorium seismic teknologi terbaru dengan menginvestasikan dana Rp40 miliar, kemudian peralatan survei melalui udara menggunakan pesawat tanpa awak dan membuka beberapa laboratorium baru seperti laboratorium batu bara, dan laboratorium makanan.

"Pada 2015, perusahaan telah menginvestasikan Rp135 miliar, dan 2016 akan meningkat menjadi Rp150 miliar. Bermodalkan langkah strategis ini, perusahaan optimistis bisa bersaing," kata dia.

Sementara itu, pada 2015, Sucofindo membukukan laba Rp130 miliar atau meningkat tipis dari 2014 yakni Rp129 miliar.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026