Logo Header Antaranews Sumsel

BPS lakukan pemutahiran basis data terpadu

Minggu, 15 November 2015 17:40 WIB
Image Print
Badan Pusat Statistik (FOTO ANTARA)

Martapura, Sumsel (ANTARA Sumsel) - Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Sumatera Selatan 2015 telah melakukan pemutahiran basis data terpadu atau PBDT guna mendapatkan data terbaru.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Syailendra N di Martapura OKU Timur, Minggu mengatakan selama ini masih banyak kelemahan di dalam pemutahiran data, sehingga dilakukan PBDT.

Sedangkan tujuan pendataan ini untuk meningkatkan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan, katanya.

Ia mengungkapkan, hasil pendataan ini akan digunakan mulai tahun 2016, sebagai sumber perlindungan untuk masyarakat miskin nantinya.

Menurut dia, ada pergeseran kategori masyarakat miskin.

Oleh karena itu, kata dia, meski telah terdata sebelumnya, tidak semua yang berstatus miskin menerima bantuan, karena harus disesuaikan dengan rumusan masing-masing kementerian.

Ia menjelaskan, basis data terpadu yang dihasilkan dari pemutakhiran oleh BPS dapat digunakan untuk merumuskan dan menyusun program penanggulangan kemiskinan di daerah pada tahun mendatang.

Tujuannya guna memperoleh data sesungguhnya di lapangan, sehingga validasi serta akurasinya dapat terjamin.

Sementara, dari pemutahiran data tersebut untuk mendukung pelaksanaan program perlindungan sosial oleh pemerintah pusat seperti KIP, KIS, dan keluarga sejahtera, kata Syailendra.

Di samping itu, dengan pemutahiran data ini menciptakan sinkronisasi program penanggulangan kemiskinan antara lembaga dan kementerian di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemutahiran basis data terpadu progam perivikasi data 2011 harusnya dilakukan atau diperbaharui tiga tahun sekali, namun karena memasuki pemerintahan transisi yang baru, maka program ini jadi dilaksanakan pada tahun 2015, katanya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program ini dilakukan selama satu bulan dengan tenaga personel tim surveyor tiap desa satu orang petugas, total desa di Kabupaten OKU Timur ada 332 desa serta ditambah tim pengawas sebanyak 40 orang.

Syailendra juga menyayangkan, tim pengendali kemiskinan Kabupaten OKU Timur kurang berfungsi, saat ada masalah saja baru bergerak.

Seharusnya ada monitoring karena setiap tahunnya bisa diprediksi ada perubahan data, baik dari peningkatan ekonomi masyarakat juga status sosial pendapatan.

Ia berharap, ke depan PBDT ini hasilnya valid karena dilakukan dan bersifat dari pintu ke pintu.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026