
Menteri Marwan: transmigran bukan orang buangan

...Ada pandangan tidak bersahabat, pandangan minor yang menyebut transmigran adalah orang buangan...
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, menepis anggapan bahwa transmigran adalah orang buangan.
"Ada pandangan tidak bersahabat, pandangan minor yang menyebut transmigran adalah orang buangan," ujar Marwan dalam acara pemberian penghargaan Transmigrasi Award di Jakarta, Kamis.
Dia menegaskan para transmigran bukanlah masyarakat terpinggirkan, tapi motor utama penggerak pembangunan.
Oleh karena itu, jika ada kepala daerah yang menentang program transmigrasi maka harus didobrak.
"Jika ada yang menghalangi, patut sekiranya kita mendobrak itu semua itu. Kami berusaha membuat program transmigrasi lebih komperehensif," jelas Marwan Jafar.
Menurut dia, kepala daerah yang masih menolak transmigrasi sama halnya dengan menghambat pembangunan. Selain itu, Marwan meminta agar semangat transmigrasi digelorakan kembali. Kementeriannya berkomitmen untuk meningkatkan jumlah transmigran.
"Transmigrasi berkaitan erat dengan pemerataan ekonomi kita. Saya berharap bisa terealisasi".
Dalam kesempatan tersebut, pemenang transmigran teladan yakni Muhammad Fauzi (Maluku Tengah), Daim Sahiri (Sumatera Selatan) dan Andi Rusdi (Sulawesi Selatan).
Kemudian, pembina teladan yakni Wahono (Gorontalo), Nurhayati (Aceh Utara) dan Rudi (Halmahera Tengah).
Transmigran yang mendapat penghargaan, lanjut dia, telah menunjukkan dedikasi dan partisipasi aktif dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat transmigrasi. Pemberian penghargaan juga diukur dari kesungguhan dalam mendukung pelaksanaan program transmigrasi dan terbukti mampu peningkatan kesejahteraan keluarganya.
Ada pun kriteria penilaian kategori transmigran teladan menitikberatkan pada aspek ekonomi, aspek kesehatan, aspek pendidikan dan partisipasi masyarakat. Sedangkan kriteria untuk Pembina permukiman Transmigrasi Teladan meliputi aspek kompetensi, aspek kepemimpinan, dan aspek keberhasilan tugas yang mencangkup unsur ekonomi, kesehatan dan pendidikan, seni budaya, mental spiritual, kelembagaan pemerintah dan masyarakat, sekaligus partisipasi masyarakat.
Hingga saat ini, tercatat 104 permukiman transmigrasi yang telah berkembang menjadi ibu kota kabupaten atau kota, 382 permukiman transmigrasi menjadi ibu kota kecamatan, 3.325 permukiman transmigrasi menjadi desa definitif. Bahkan ada dua daerah permukiman transmigrasi yang telah sukses menjadi ibu kota provinsi, yakni Mamuju yang sekarang menjadi ibu kota Provinsi Sulawesi Barat dan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan yang menjadi Ibu kota Provinsi Kalimantan Utara.
Selain itu, sekitar 37 persen kawasan transmigrasi telah berkembang menjadi sentra produksi pangan dengan kontribusi terhadap produksi beras nasional sekitar 8,4 juta ton gabah kering.
Pewarta: Oleh : Indriani
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
