
Disperindagkop pantau harga kebutuhan pokok jelang Ramadhan

Palembang, (ANTARA Sumsel) - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Palembang memantau harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan di sejumlah pasar tradisional untuk mengantisipasi lonjakan seiring dengan tingginya permintaan masyarakat.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang Juni Haslansi di Palembang, Rabu, mengatakan pantauan langsung di lapangan ini gencar dilakukan untuk mendapatkan data terkini sehingga lonjakan harga dapat diminimalisasi.
"Harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dipastikan naik seiring dengan tingginya konsumsi masyarakat, tapi pemerintah tidak ingin kenaikan yang terjadi sampai memberatkan masyarakat sehingga harga harus dipatau terus," kata Haslansi.
Ia menerangkan, jika kenyataan di lapangan terjadi lonjakan yang cukup tinggi maka pemerintah tidak segan-segan menggelar operasi pasar untuk menambah jumlah pasokan barang supaya harga bergerak turun.
"Pemerintah pusat, jauh-jauh hari sudah mengimbau seluruh daerah menjaga harga kebutuhan pokok tidak naik melebihi ketentuan. Untuk itu, beragam cara dapat dilakukan selain operasi pasar, seperti menjaga kelancaran pasokan barang," kata dia.
Sementara itu, harga telur ayam mulai pergerak naik di sejumlah pasar tradisonal Kota Palembang dari Rp18.000 menjadi Rp 21.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang telur di Pasar 26 Ilir, Adi (32) mengatakan kenaikan harga telur tersebut sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir.
"Permintaan telur meningkat karena saat ini menjelang Ramadhan, banyak warga yang melakukan syukuran untuk menyambutnya," kata dia.
Menurutnya, kenaikan harga ini disebabkan tingginya permintaan sementara tidak diimbangi dengan jumlah pasokan barang.
"Mulai terasa ada penambahan jumlah volume penjualan berkisar 30 persen sejak sepekan terakhir," kata dia.
Pewarta: Oleh Dolly Rosana
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
