Logo Header Antaranews Sumsel

Potensi perikanan tangkap Sumsel belum tergarap optimal

Senin, 18 Mei 2015 12:49 WIB
Image Print
Ilustrasi Menjala ikan Sekelompok pencari ikan tengah menebar jala di perairan sungai musi Palembang jelang waktu berbuka, Selasa (31/7). (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)

Palembang, (ANTARA Sumsel) - Potensi perikanan tangkap dengan luas sekitar 2,5 hektare di Sumatera Selatan belum tergarap secara optimal sehingga hanya memproduksi ikan sebanyak 97.000 ton pada 2014.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Selatan Galamda Israk di Palembang, Senin, mengatakan, potensi ini belum tergarap akibat dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya rendahnya kemampuan nelayan menambah jumlah tangkapan karena keterbatasan peralatan.

"Nelayan masih menggunakan kapal tradisional berukuran kecil, jaringnya masih sedikit atau hanya mau menjangkau tempat hingga batas tertentu. Ini yang menjadi persoalan selama ini," katanya.

Untuk mengatasi persoalan keterbatasan peralatan ini, pemerintah akan menjalankan berbagai program di antaranya pemberian bantuan sarana dan prasarana alat tangkap ke nelayan melalui Kelompok Usaha Bersama.

Bantuan itu berupa, jaring, kapal berukuran kecil, hingga sampan.

Selain itu, Dinas Kelautan dan Perikanan akan meningkatkan pengawasan terhadap penangkapan secara ilegal atau "illegal fishing" di perairan tangkap bekerja sama dengan polisi.

"Jika penangkapan ikan dengan cara yang ilegal yakni penyentruman dapat diberantas maka hasil tangkapan ikan nelayan akan bertambah," ujar dia.

Kemudian, pemerintah juga mendorong kalangan swasta mau berinvestasi di sektor industri pengolahan ikan yang pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp790 miliar.

"Potensi bisnis ini gencar ditawarkan ke investor karena Sumsel memiliki keunggulan sendiri dan memiliki beragam jenis ikan yang dihasilkan dari perairan air laut, air payau, hingga air tawar," ujar dia.

Sementara ini, Sumatera Selatan menargetkan produksi perikanan tangkap bertambah 1.000 ton pada 2015 setelah pada tahun sebelum berhasil mencapai target 97.000 ton.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2018, produksi ikan dipatok sebanyak 99 ribu ton.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026