Logo Header Antaranews Sumsel

Majikan dari Arab Saudi berhati mulia

Kamis, 12 Februari 2015 18:39 WIB
Image Print
Tenaga kerja wanita Indonesia (FOTO ANTARA)

Kairo (ANTARA Sumsel) - Seorang majikan di Arab Saudi Hazam Abdullah Abeid Saadi Al Bishi layak dijuluki sebagai majikan berhati mulia karena memperlakukan Zaetun Juminah Tahid, tenaga kerja wanita (TKW) dari Indonesia dengan sangat manusiawi.

Perlakukan mulia itu ditunjukkan Hazam dengan menyuapi makan kepada Zaetun di rumah sakit, di Riyadh, Kamis.

Zaetun yang telah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di keluarga Hazam itu menderita stroke dan kini dirawat di Rumah Sakit Al Imam di Riyadh sejak tiga pekan lalu.

"Ketika Tim Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) KBRI Riyadh menjenguk Zaetun di RS Al Imam, mendapati majikan sedang menyuapi makan kepada Zaetun," kata Ahrul Tsani Fathurrahman, Kepala Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Riyadh.

Tim KBRI yang dipimpin Sekretaris Ketiga Chairil Anhar Siregar itu merasa terharu bercampur bahagia dan bangga saat melihat kebaikan hati majikan tersebut, katanya.

Kunjungan ke rumah sakit pada Senin (9/2) tersebut dilakukan Tim KBRI tanpa memberitahukan sebelumnya baik kepada Zaetun maupun kepada majikan.

Disebutkan, Zaetun berasal dari Desa Lenek Daya RT/RW 04/01 Kecamatan Lombok Timur, NTB dan telah dirawat di RS Al-Iman sejak 17 hari lalu karena terserang stroke pada tubuh bagian kanan akibat darah tinggi yang diidapnya.

Dari hasil wawancara dengan Zaetun, didapatkan informasi bahwa dirinya sudah bekerja di majikannya selama 17 tahun, dan sering cuti pulang ke Indonesia, dan yang terakhir adalah 5 tahun yang lalu.

Selama bekerja, Zaetun digaji sebesar 1.700 Riyal perbulan. Zaetun mengaku belum menerima gaji bulan terakhirnya, namun dia mengaku ikhlas bila gaji terakhirnya tidak diberikan dan digunakan untuk menambah biaya pemulangannya.

Majikan Zaetun yang bernama Hazam Abdullah Abeid Saadi Al Bishi menganggap Zaetun sudah seperti keluarganya sendiri.

Terkait rencana kepulangan Zaetun, Hazam sangat berharap jika KBRI Riyadh dapat menugaskan seorang staf perempuan yang dapat mendampingi Zaetun selama penerbangan untuk memastikan Zaetun tiba di Indonesia dengan selamat.

Menanggapi permintaan majikan Zaetun dan memperhatikan kondisinya yang semakin membaik, Tim KBRI menyampaikan pandangan bahwa Zaetun sudah dapat dipulangkan tanpa harus menggunakan stretcher (alat pengangkut pasien dalam posisi tertidur), namun ditempatkan di Kelas Bisnis.

"KBRI Riyadh pernah memulangkan TKW dalam keadaan sakit dengan kondisi yang lebih berat dari Zaetun, namun dengan semangat besar yang dimilikinya untuk pulang, ia seperti punya dorongan tersendiri dan bisa mengatasi rasa sakitnya," ujar Chairil.

Tim juga akan mengupayakan kemungkinan pemulangannya didampingi staf KBRI, katanya.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026