Logo Header Antaranews Sumsel

Legislator: banyak permasalahan tapal batas di Sumsel

Rabu, 7 Januari 2015 16:37 WIB
Image Print

Palembang (ANTARA Sumsel) - Ketua Komisi I DPRD Sumatera Selatan Kartika Sandra Desi menyatakan banyak permasalahan tapal batas di provinsi itu yang disampaikan kepada mereka dalam rapat dengan mitra kerja.

"Permasalahan yang banyak itu mengenai tapal batas seperti batas Musibanyuasin dengan Musirawas, kemudian Muaraenim dengan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali)," kata Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Kartika Sandra Desi di Palembang, Rabu.

Selanjutnya, juga ada keinginan 10 desa di Pali masuk ke Muaraenim dan pembahasan masyarakat Dawas yang di hutan Margasatwa sudah berpuluh-puluh tahun tidak diakui kependudukannya.

Masyarakat ini minta perlindungan hukum, karena belum diakui, sebab tanah mereka di hutan larangan, sementara mereka sudah tinggal di sana turun temurun, katanya didampingi anggota Komisi I DPRD Sumsel lainnya, Anwar Hasan.

Ia mengatakan, mereka itu merupakan penduduk asli di sana dan bukan penduduk datangan.

Terkait dengan permasalahan itu Komisi I DPRD Sumsel akan melakukan kunjungan khusus pada 29-31 Januari mendatang ke daerah tersebut, katanya.

"Kami akan ke Musibanyuasin untuk permasalahan Dawas dan tapal batas Muba dan Muratara," tuturnya.

Ia menyatakan, terkait dengan persoalan itu tentunya akan duduk bersama dalam menyelesaikannya.

Sementara untuk menindaklanjuti persoalan dengan Muaraenim, pihaknya juga akan melakukan kunjungan kerja ke daerah itu pada 2-4 Februari mendatang, katanya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026