Logo Header Antaranews Sumsel

Cadangan CBM Sumsel belum banyak dimanfaatkan

Selasa, 23 Desember 2014 21:59 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki (Foto Antarasumsel.com/14/Feny Selly/Aw)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H Ishak Mekki menyatakan, cadangan Coal Bed Methane (CBM) di provinsi itu belum banyak dimanfaatkan, karena kendalanya biaya terlampau tinggi.

Wakil Gubernur Ishak Mekki menyampaikan hal itu pada seminar problem dan solusi Hulu Migas di Sumatera bagian Selatan di Palembang, Selasa.

Menurut dia, cadangan CBM ini hampir di setiap kabupaten di provinsi itu ada, tetapi belum banyak dimanfaatkan, karena mungkin kendala biaya terlampau tinggi.

Selain itu, kendalanya mungkin infrastruktur dan teknologinya belum memadai di Sumsel sehingga CBM belum dimanfaatkan, katanya.

Karena itu, ia berharap, tentunya dalam seminar ini bagaimana dapat memanfaatkan CBM, panas bumi dan batu bara di Sumsel.

Ia menyatakan, pemerintah provinsi Sumsel berupaya memberikan dukungan meningkatkan produksi migas dan telah menerbitkan peraturan gubernur.

"Kita juga telah banyak melakukan upaya-upaya seperti mencari investor bagaimana batu bara berkalori rendah menjadi pembangkit listrik mulut tambang," ujarnya.

Ia mengakui, ada beberapa investor yang sudah berminat, namun kendalanya yang sudah ditenderkan seperti PLTU ternyata dibatalkan.

Hal itu tentunya menghambat dan sampai sekarang belum terealisasi, karenanya melalui SKK Migas bagaimana supaya dapat menyampaikannya ke tingkat pusat supaya masalah ini bisa dipercepat penyelesaiannya apakah melalui penunjukan langsung atau cara-cara lain sehingga proses pembangkit tenaga uap ini dapat segera diwujudkan dan bermanfaat bagi masyarakat Sumsel.

Karena lanjutnya, yang namanya lumbung energi tidak semestinya listrik selalu byar pet dan tidak semestinya kekurangan watt.

"Untuk itu kita berupaya bagaimana menambah pembangkit di Sumsel melalui mulut tambang, gas dan sebagainya yang harus segera direalisasikan," katanya.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026