
KPU sudah mencetak 75 persen surat suara

Jakarta (ANTARA Sumsel) - KPU sampai Rabu telah mencetak surat suara sebanyak 75 persen dari jumlah pemilih sekitar 190 juta orang ditambah dua persen cadangan sesuai amanat UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.
Kepala Biro Logistik KPU Boradi di Kantor KPU, Jakarta, Rabu, jumlah kertas suara yang dicetak sama dengan jumlah pemilih yang tercatat pada daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 9 Juli 2014, yakni sebanyak 190.291.110 pemilih ditambah sebanyak dua persen dari jumlah pemilih sebagai surat suara cadangan.
Pasal 108 ayat (2) UU Nomor 42 Tahun 2008 menyebutkan jumlah suara yang dicetak sama dengan jumlah daftar pemilih ditambah dengan dua persen dari jumlah pemilih tetap sebagai cadangan yang ditetapkan oleh keputusan KPU.
"Jadi surat suara Pilpres yang kita cetak jumlahnya sama dengan DPT ditambah dua persen untuk cadangan," ucapnya.
Pencetakan surat suara dimulai 11 Juni sedangkan penetapan DPT pada 13 Juni lalu.
Sementara batas waktu pencetakan surat suara adalah 25 Juni 2014 dan akan disalurkan ke seluruh daerah pada 28 Juni mendatang.
Ia mengatakan, sampai saat ini tidak ada kendala berarti dalam pencetakan surat suara.
"Surat suara untuk Pilpres tidak serumit Pemilu Legislatif April lalu. Dari segi bentuk juga ukurannya jauh lebih kecil," tuturnya.
Wilayah-wilayah terpencil, menurut dia, akan menjadi skala prioritas penyaluran logistik Pilpres 2014.
"Untuk distribusi logistik kami menggunakan skala prioritas yakni daerah di luar Pulau Jawa akan menjadi skala prioritas atau didahulukan," kata dia.
Sampai saat ini, lanjut Boradi, ada sejumlah wilayah yang pencetakan surat suaranya masih dalam tahap produksi seperti DKI Jakarta, Banten Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Timur.
Pengadaan logistik pemilu oleh KPU Pusat adalah surat surat, tinta, segel dan formulir.
Untuk pengadaan tinta, kata dia, sudah 100 persen dan jumlahnya mencapai satu juta botol.
"Tinta sudah didistribusikan semuanya ke daerah. Untuk segel dan formulir masih dalam proses, tetapi kami optimistis semuanya tepat waktu," ujar dia.
Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Pewarta: Oleh Ajat Sudrajat
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
