Logo Header Antaranews Sumsel

Gubernur Sumsel: Musi VI tuntas hingga 2017

Sabtu, 17 Mei 2014 16:05 WIB
Image Print
Ilustrasi - Jembatan Musi II Palembang (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)
....Saya berharap kepada semua pihak kalau ada kurang berkenan atau kurang puas atas kebijakan Pemprov Sumatera Selatan mari kita cari solusi....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin menyatakan, optimistis program pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana umum yang telah direncanakan antara lain jembatan Musi III hingga VI, fasilitas Asian Games 2018, akan dapat dituntaskan pada 2017.

"Saat ini secara bertahap pembangunan infrastruktur umum akan terus kita laksanakan sehingga pada 2017 semua dapat dituntaskan," kata Alex Noerdin dalam sambutannya pada peletakkan batu pertama pembangunan kawasan terpadu Embarkasi Sumatera Selatan di Palembang, Sabtu.

Sementara pembangunan duplikasi jembatan Musi II yang menjadi alur lalu lintas angkutan barang dan jasa Sumatera-Jawa akan segera rampung dalam dekat, termasuk kawasan ekonomi terpadu Pelabuhan Tanjung Api-Api di Kabupaten Banyuasin.

Namun, katanya, guna menyelesaikan pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas itu perlu dukungan semua pihak terutama para tokoh masyarakat, alim ulama, tokoh pemuda, dan mahasiswa.

"Saya berharap kepada semua pihak kalau ada kurang berkenan atau kurang puas atas kebijakan Pemprov Sumatera Selatan mari kita cari solusi terbaik, dan tidak perlu unjuk rasa yang dapat menganggu ketenteraman dan kondusif daerah," ujarnya.

Ia menjelaskan, Sumatera Selatan yang mulai "go internasional" akan terus melengkapi infrastruktur pendukung selain jembatan juga jalan tol karena geografis wilayah yang dibelah Sungai Musi ini mulai mengalami kemacetan arus lalulintas akibat makin meningkatkan jumlah kendaraan yang melintasi daerah ini.

Sumsel yang telah menjadi pintu gerbang pertumbuhan ekonomi nasional dan budaya dengan potensi terbesar pertambangan minyak bumi dan gas (migas), batu bara, dan perkebunan ini akan terus bergerak maju dengan membangun berbagai fasilitas umum dan olahraga berskala internasional.

"Saya yakin Sumsel ke depan akan terus bergerak maju dalam pertumbuhan ekonominya, sebab saat ini cukup banyak investor asing baik Eropa, Amerika, dan Asia yang mulai masuk ke daerah ini," ungkapnya.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, bahwa pertumbuhan ekonomi Sumsel dari sektor migas pada 2012 sebesar 6,0 persen mengalami perlambatan dibandingkan pada 2011 yaitu sebesar 6,5 persen.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi tanpa migas pada 2012 mencapai 7,9 persen, lebih rendah dibanding tahun 2011 sebesar 8,1 persen. Sumber utama pertumbuhan adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor
pertanian, dan sektor industri pengolahan.

Sementara PDRB pada 2012 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 206,33 triliun, sedangkan dasar harga konstan 2000 mencapai Rp 72,09 triliun. Secara triwulanan, PDRB Sumatera Selatan pada triwulan IV tahun 2012 menurun minus 2,9 persen dibandingkan dengan triwulan III/2012 (q-to-q), dan bila dibandingkan dengan triwulan IV/2011 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,5 persen.

Sumber utama pertumbuhan ekonomi 6,0 persen dari sisi penggunaan adalah konsumsi rumahtangga 3,99 persen, diikuti oleh pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTDB) 2,96 persen, ekspor 1,15 persen, konsumsi pemerintah 0,65 persen dan konsumsi lembaga swasta nirlaba 0,04 persen dengan pengurangan komponen impor sebesar 6,20 persen.

Pendapatan per-kapita Sumatera Selatan atas dasar harga berlaku pada tahun 2012 mencapai Rp 22,68 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2011 sebesar Rp 20,40 juta. (T.I016/B/Z. Abdullah)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026