Logo Header Antaranews Sumsel

Kadin: kuatkan ekonomi daerah hadapi AEC 2015

Kamis, 6 Februari 2014 17:48 WIB
Image Print
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)
...Kami optimistis berbagai langkah itu perlu dilakukan. Apalagi, perkembangan dan pertumbuhan perekonomian pada tingkat global selama ini sangat kurang menguntungkan...

Surabaya (ANTARA Sumsel) - Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur menguatkan ekonomi daerah terutama kalangan pengusaha, guna mengantisipasi berbagai dampak negatif yang diakibatkan pelaksanaan "ASEAN Economy Community/AEC" pada tahun 2015.

Ketua Umum Kadin Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti menyatakan, pada hari ini Kadin menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov). Tujuannya, membahas beragam persoalan dan rekomendasi dari seluruh Kadin daerah, asosiasi, dan himpunan pengusaha yang menjadi anggota.

"Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 350 undangan," katanya di Surabaya, Kamis.

Peserta agenda tersebut, jelas dia, terdiri dari Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan, Dewan Pengurus Kadin Provinsi Jawa Timur, Kadin Kabupaten/Kota se Jawa Timur, Ketua Asosiasi/Himpunan di Jawa Timur serta dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Forum Pimpinan Daerah Jawa Timur dan dinas terkait.

"Kami yakin Rapimprov Kadin Jatim menjadi tonggak sejarah rancangan program 2014. Bahkan, sebagai program yang mampu menjaring inspirasi pengusaha di Jatim," ujarnya.

Contoh, tambah dia, dapat membantu Kadin Jatim untuk mengetahui segala masalah yang dihadapi pengusaha hingga apa saja potensi yang bisa dikembangkan di daerah.

"Kami optimistis berbagai langkah itu perlu dilakukan. Apalagi, perkembangan dan pertumbuhan perekonomian pada tingkat global selama ini sangat kurang menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah," ucapnya.

Padahal, sebut dia, Indonesia dituntut siap menghadapi pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun depan. Sementara, dengan kondisi ekonomi yang belum menentu seperti sekarang maka dunia usaha di Tanah Air khususnya Jatim membutuhkan strategi tersendiri.

"Walau pertumbuhan ekonomi relatif tinggi, kalangan pengusaha juga perlu dukungan dari pemerintah. Misalnya, adanya regulasi yang lebih probisnis," tuturnya.

Ia melanjutkan, untuk mewujudkan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang kian membaik maka Indonesia tidak boleh lengah pada tahun 2015. Bahkan, pelaku dunia usaha wajib mempercepat kesiapan diri masing-masing serta mengajak masyarakat sekitarnya.

"Persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN 'AEC 2015' sangat ketat. Pengusaha tidak boleh santai begitu saja," katanya.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026